Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Akan Tampil Karakter Bangunan Ende Lio

    2015-06-30 09:18:33
    Images

    Akan Tampil Karakter Bangunan Ende-Lio

     

    “Selamat kepada mahasiswa Teknik Arsitektur, terutama yang telah membawa nama Universitas Flores dengan bimbingan dari Pak Mukhlis dan Pak Gede Kresna dari Rumah Intaran Bali, sehingga bisa sampai ke Jakarta dan Darwin. Dengan resmi saya menutup kegiatan workshop ini.” Demikian Rektor Uniflor Prof. Dr. Stephanus Djawanai, M.A, saat  memberikan sambutan pada penutupan workshop yang digelar Prodi Teknik Arsitektur (19-21 Januari 2014) bertema “Mengenal Kualitas Terbaik di Sekitar Kita.”

    Dalam sambutannya Rektor Djawanai juga menjelaskan bentuk rumah adat sebagai salah satu local genius di Flores. Sebagai contoh, atap rumah adat Waerebo di Manggarai, di mana atapnya memanjang dari puncak hingga mendekati tanah. “Ketika mereka memasak, asap dari tungku keluar melalui celah atap sekaligus mengawetkan atapnya.”

    Pada kegiatan workshop hari terakhir hadir Ir. Mansuetus Gare, M.T (Dekan Fakultas Teknik Uniflor), Gede Kresna dari Rumah Intaran Bali, sejumlah dosen, karyawan, dan mahasiswa Prodi Teknik Arsitektur Uniflor.

    Sementara itu, Kaprodi Teknik Arsitektur, Dian Fitriani Mochdar, S.T, M.T, dalam wawancara terpisah bersama tim Suara Uniflor bercerita tentang kegiatan hari ke-2 workshop yang agendanya kunjungan ke Kantor Bupati Ende.

    “Bapak Bupati Marsel Petu sangat mendukung kerja sama Uniflor dengan Rumah Intaran Bali karena memberi kontribusi yang sangat besar kepada mahasiswa.” Selain itu, Bupati Marsel Petu juga mengatakan, bangunan-bangunan yang ada di Kota Ende memang belum mewakilkan karakter Ende dan Lio. Sangat jauh berbeda ketika kita pergi ke Bali.      

    Harapan Bupati Ende ke depan, sekaligus tantangan bagi Prodi Teknik Arsitektur,  untuk mewujudkan bangunan-bangunan atau rumah-rumah di Kabupaten Ende berkarakter khas Ende dan Lio. “Sudah saatnya kita tampilkan karakter milik kita, dan bagaimana hal tersebut dapat didukung dengan arsitektur yang ramah lingkungan,” tandas Dian Mochdar.

    Hari terakhir workshop juga menghadirkan Gede Kresna sebagai pemateri utama di mana beliau menjelaskan alasan peserta diajak ke Pasar Mbongawani Ende untuk melihat potensi-potensi lokal yang ada. Hasil tiga hari kegiatan workshop akan menghasilkan sebuah buku yang isinya merupakan catatan dan laporan dari para peserta. (2teh).

    (Suara Uniflor, Flores Pos, Sabtu, 24 Januari 2015).

Berita Terkait