Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Bengkel Sejarah: Rumah Guru Sejarah

    2015-04-18 21:02:29
    Images

    Bengkel Sejarah: Rumah Guru Sejarah

     

    Oleh Yosef Dentis, S.Pd, M.A

    Dosen dan Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah,

    FKIP, Universitas Flores, Hp 081353289830

     

    Sejarah merupakan mata pelajaran yang menggunakan metode dan teknik tersendiri. Dari sudut pandang pedagogik cukup adil apabila sejarah membutuhkan ruangan tersendiri untuk digunakan secara efektif. Banyak alat bantu sejarah tidak mudah disediakan oleh pihak sekolah atau lembaga. Siswa-siswi yang belajar sejarah membutuhkan atlas dan berbagai buku referensi, seperti halnya siswa-siswi kimia membutuhkan bahan-bahan kimia.

    Guru sejarah mengharapkan hasil optimal dari alat bantu teknis untuk pekerjaannya. Dia membutuhkan tempat atau ruang yang layak untuk alat-alat bantunya sehingga alat-alat tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu. Selain itu, atmosfer belajar sejarah yang baik harus diciptakan dan dirancang dengan baik sehingga setiap pekerjaan dapat dilaksanakan dan diamati perkembangannya.

    Mengapa harus kelas sejarah? Telah lama dipahami bahwa mata pelajaran IPA dan kerajinan tangan sangat membutuhkan peralatan dan perlengkapan ruangan kelas yang dirancang khusus. Ilmu sejarah juga membutuhkan ruang kelas yang dirancang khusus dan disediakan tersendiri karena alasan-alasan berikut.

    Pertama, untuk menyediakan rumah bagi guru sejarah. Jika guru sejarah terinspirasi dengan penuh kepercayan diri dan diilhami kekuatan imajinasi yang penting, perlu disediakan baginya sebuah rumah untuk dirinya sendiri. Tentu saja alat bantu yang terpenting dan terutama dalam pembelajaran sejarah adalah sang guru sejarah itu sendiri. Jika ingin memenuhi seluruh imajinasi dan metode pengajaran yang praktis, syarat rumah untuk guru sejarah dibutuhkan untuk mengembangkan antusiasme terhadap mata pelajaran tersebut dan memberikan kesempatan terbaik bagi guru sejarah untuk membangkitkan minat dalam diri para siswanya.

    Kedua, untuk membangun dan memelihara atmosfer pembelajaran sejarah yang efektif.  Sebuah ruangan yang dilengkapi dengan peralatan dan sumber-sumber pembelajaran sejarah akan membantu dalam menciptakan dan mengengola atmosfer yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran sejarah. Contohya “bengkel sejarah” di Prodi Pendidikan Sejarah Uniflor, digunakan sebagai pusat kajian informasi mengenai hasil kolektivitas budaya dan sejarah dengan beraneka ragam koleksinya, yang dapat dijadikan sebagai ruang pembelajaran bagi pencinta desain ilmu pengetahuan sosial dan ilmu terapan lainnya. Kehadiran bengkel sejarah akan memberikan kemungkinan lebih besar dalam pengggunaan metode pembelajaran bervariasi, memfasilitasi penggunaan alat bantu, menjadikan pembelajaran sejarah lebih efektif.

    Ruang kelas sebagai “rumah sejarah“ merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan  karena hadirnya bengkel sejarah menjadi “laboratorium intelektual” orang sejarah dan pencinta sejarah dan budaya. Bengkel sejarah banyak menyimpan berbagai karya nyata dan siap menampilkan pembelajaran yang sangat kaya dengan media menjadi sebuah arsip yang perlu dikaji dan ditulis. Arsip dan dokumen menjadi sebuah harta karun yang penuh dengan ide ilmu pengetahuan dan siap membawa pada pengetahuan yang hidup.

    S. K. Kochhar dalam bukunya Teaching of History mengatakan, ilmu sejarah bukan sesuatu yang mati dan langsung hilang, melainkan ibarat sebuah sungai yang mengalir terus-menerus harus dianggap sebagai bagian integral dari program pengajaran sejarah.

    Bengkel sejarah Prodi Pendidikan Sejarah Uniflor sudah hadir dan menjadi pelengkap yang sangat praktis dan matang untuk perlengkapan pengajaran yang cukup nyaman karena bisa menemukan materi-materi sumber sejarah yang tersedia. Tempat yang sudah disediakan untuk belajar merupakan pusat rekreasi, membangun pembelajaran yang bersiaf lokal dan berpikir mendunia, menjadi lebih hidup memberi dorongan baru pada bagaimana mendesain metode dan model pembelejaran menjadi lebih matang, praktis, kontekstual, dan abstrak.

    Peran guru sejarah kini menjadi sangat penting. Guru sejarah harus mampu mengembangkan bentuk-bentuk alat bantu pembelajaran secara mekanis dan mengembangkan pendidikan yang berfokus pada kemajuan siswa, menjadi lebih hidup dan menarik.

    Guru sejarah harus bertanggung jawab menginterpretasikan dan menjelaskan konsep seobjektif dan sesederhana mungkin. Ini semua terlaksana jika guru sejarah memiliki kualitas pokok, yaitu penguasaan materi, penguasaan teknik, model dan metode, menuju pada model guru sejarah yang profesional.  

    R. Boyce menyatakan, “Guru sejarah harus memiliki kemampuan untuk merealisasikan kejadian masa lalu pada masa sekarang, harus memiliki imajinasi yang tinggi serta berbagai jenis pengetahuan yang positif. Sejarah adalah subjektif yang sangat sulit untuk diajarkan. Di tangan seorang guru yang berkualitas, semua subjek lainnya akan menjadi alat pendidikan yang nyata.”

    Tuntutan profesionalisme pengajaran bagi guru sejarah adalah penguasaan dan keterampilan menerapkan metode, strategi, dan berbagai model pendidikan/pengajaran sejarah. Menyimak nilai/guna sejarah, tujuan pengajaran/pendidikan sejarah seyogianya meliputi: pengetahuan, keterampilan intelektual dan sosial, sikap dan nilai, serta tindakan-tindakan yang positif kewarganegaraan.

    Profesionalisme seorang guru sejarah adalah menanamkan kesadaran dan keikhlasan untuk membina kepribadian para siswa dengan mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang tergengggam dalam cerita sejarah. Integritas kepribadian seseorang teruji dalam kesadaran bersejarah, memahami diri sebagai bangsa, asas dan tujuan bernegara, cinta bangsa dan tanah air, sikap positif pada pembangunan bangsa, kreatif dalam memajukan dunia pendidikan.

    (Suara Uniflor, Flores Pos, Sabtu, 10 Januari 2015).

Berita Terkait