Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Betonisasi di Tempat Wisata:Masalah Atau Solusi

    2017-12-12 13:04:15
    Images

    Betonisasi di Tempat Wisata: Masalah atau Solusi?

     

     

    Oleh Mukhlis A. Mukhtar,ST.,MT.

    Dosen Prodi Arsitektur Universitas Flores

    Hp 085234543731; Email: mukhttardesign@yahoo.com

     

     

    Desain bangunan pada era modern di tempat wisata disinyalir telah mengabaikan lingkungan atau keadaan alam sekitarnya (eksisting site). Bangunan yang didirikan di kawasan konservasi, seperti wisata alam seharusnya mempertimbangkan keadaaan lingkungan sekitarnya agar bangunan yang berdiri mempunyai keselarasan dan tidak bertentangan dengan alam. Banyak dijumpai fasilitas-fasilitas yang dibangun di tempat wisata tidak sesuai dengan konsep alam. Hal inilah yang menjadi dasar sebagian individu maupun masyarakat pelaku pariwisata menyesal dengan keberadaan bangunan baru yang sangat tidak mempetimbangkan konsep desain yang natural. Heinz Frick dalam buku Arsitektur dan Lingkungan (1988), mengetengahkan hubungan antara teknologi dan lingkungan pada tiga tujuan, yaitu teknologi menghindari alam, teknologi menyesuaikan alam, dan teknologi menentang alam.

    Istilah “betonnisasi” sangat sering didengar saat ini untuk menggambarkan bangunan dan lingkungan yang menggunakan material beton untuk struktur dan permukaannya. Betonisasi berkaitan dengan perkerasan permukaan tanah oleh lantai beton, pembangunan gedung hotel, kantor, sekolah, universitas, rumah, sampai yang berskala kecil. Betonisasi menjadi kurang baik bila sudah benar-benar menentang kondisi, sifat, dan perilaku alam. Akibat dari betonisasipun, misalnya, lahan perkebunan telah dialihfungsikan menjadi tempat olahraga yang dibangun lapangan beton di atasnya. Di satu sisi, lingkungan menjadi lebih hidup dengan aktivitas olahraga, namun di sisi lain area resapan air berkurang dan lingkungan menjadi lebih panas karena sifat beton yang memantulkan panas radiasi matahari. Pembangunan rumah-rumah bertingkat secara massif adalah kebutuhan dasar manusia, namun pada sisi lain, tingginya bangunan dapat menghambat sirkulasi udara atau pencahayaan matahari di pagi hari bagi jalan sekitar atau rumah sebelah yang lebih pendek.

    Betonisasi menjadi masalah bagi alam, jika menutup resapan air, menjadi masalah juga jika menutup akses udara untuk pencahayaan alami. Tidak dipungkiri penggunaan beton sangat penting karena menjadi kebutuhan utama manusia untuk mendirikan bangunan pada zaman modern ini. Namun, dampak ikutannya bisa membuat manusia binasa. Alam menjadi tidak alami karena teknologi mencampurinya. Kondisi alam yang sebenarnya menuntut manusia untuk lebih berpikir menggunakan ilmunya agar desain produk dan pembangunannya bisa selaras dengan alam sekitar.

    Obyek wisata dan atraksi wisata alam merupakan bagian yang sangat menentukan perkembangan industri pariwisata. Obyek wisata melingkupi semua hal yang menarik untuk dilihat dan dirasakan oleh wisatawan yang disediakan atau bersumber dari alam. Bagian dari daya tarik wisata dapat digolongkan menjadi atraksi alam, atraksi budaya, dan atraksi buatan. Contoh, objek wisata alam adalah taman nasional yang ada di seluruh wilayah Indonesia yang dikelola sepenuhnya oleh pemerintah pusat, dan sebagian berdampak untuk masyarakat di sekitarnya.

    Taman Nasional menurut UU No. 5 Tahun 1990, adalah kawasan pelestarian ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Pengelolaan taman nasioal dikenal zona-zona pengelolaan, yaitu zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, zona pengembangan, zona tradisional, zona rehabilitasi, dan zona khusus. Terpenting dalam prinsip desain kawasan konservasi di taman nasional adalah pemanfataan zona inti, yaitu zona khusus bagi upaya perlindungan dan pelestarian, tidak boleh dilakukan kegiatan pengelolaan maupun kegiatan penunjang. Zona rimba, yaitu zona yang dapat dikunjungi oleh pengunjung untuk kegiatan rekreasi terbatas. Diperbolehkan adanya kegiatan pengelolaan, misalnya pembinaan habitat satwa, tumbuhan, pembuatan jalan setapak, menara pandang, dan lain-lain. Zona pemanfaatan, yaitu zona yang dialokasikan untuk menampung kegiatan rekreasi pengunjung serta penyediaan sarana untuk pengelolaan ataupun untuk keperluan pengunjung, misalnya bumi perkemahan, wisma tamu, pusat informasi, jalan, dan lahan parkir.

    Pembangunan fasilitas wisata di Kabupaten Ende, misalnya, umumnya kurang mempertimbangkan konsep desain yang berkarakter lingkungan. Dilihat dari beberapa fasilitas wisata yang ada di beberapa kawasan wisata sangat tidak menarik untuk wisatawan. Bangunan didirikan menggunakan material modern dan tidak mempertimbangkan aspek material lokal. Material lokal, seperti bambu bisa menjadi daya tarik tersendiri dan dapat dikombinasikan dengan material lainnya. Kabupaten Ende memiliki ciri khas arsitektur tradisional, seperti Sao Ria (rumah tradisional) bisa dikembangkan sebagai konsep arsitektur perancangan penggunaan material alami dan wujud bangunannya. Di perkampungan tradisional sering dijumpai penggunaan batu ceper yang disusun bertingkat tidak menggunakan semen yang biasanya disebut “kota sebagai bahan dasar sehingga terihat natural sebagai desain perpaduan konsep material bergaya arsitektur lokal. Misalnya, jalur pejalan kaki di tempat wisata tidak menggunakan betonnisasi, tapi menggunakan susunan batu sehingga air hujan bisa langsung meresap ke dalam tanah.

    Area tempat wisata di kabupaten Ende yang berada di kawasan adat sudah seharusnya bercirikan arsitektur tradisional. Penambahan fasilitas wisata dalam berbagai zona tetap memperhatikan daerah konservasi demi pemertahanan karakter alami pada daerah wisata tersebut. Peran pemerintah sangat penting mengatur regulasi tentang konsep rancangan wisata daerah karena area ini menjadi sumber pendapatan. Apabila tidak diperhatikan, maka dampak rusaknya ekosistem alami di sekitar wisata akan turut menggerus karakter natural dan kealamiahan destinasi sebagai daya tarik para wisatawan. *

     

     

     

     

Berita Terkait