Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Budayakan Berfikir dan Menulis (Pelatihan Menghindari Plagiasi Bagi Dosen Uniflor)

    2017-07-21 09:02:23
    Images

    Budayakan Berpikir dan Menulis

    §  Pelatihan Menghindari Plagiasi bagi Dosen Uniflor

     

     

    Pelatihan menulis bebas Plagiasi: Prof.Dr.Augusty Ferdinand sedang memberi penjelasan dan pelatihan cara menghindari plagiasi dalam menulis karya ilmiah, di Auditorium H.J Gadi Djou, beberapa waktu lalu.

     

    Profesi dosen tidak lepas dari aktivitas menulis, entah jurnal ilmiah, opini atau buku. Hindari plagiasi dalam menulis terutama menulis karya ilmiah. Hal ini disampaikan Prof.Dr. Augusty Ferdinand, MBA ketika memberikan pelatihan “Mengelola Plagiasi Karya Ilmiah Warga Kampus” kepada seluruh dosen Universitas Flores (Uniflor), beberapa waktu lalu di Auditorium H.J Gadi Djou.

    Penulis diibaratkan punjangga, yaitu penyaji rangkaian kata klimaks yang ber nas  dengan kelindan dan keindahan makna dan rasa. Teknik menulis karya ilmiah akan menjadi baik dengan literasi bahasa Indonesia yang baik dan benar pula. Paling penting penulis harus memiliki kompetensi bila ingin menulis dengan baik. Kompetensi di bidang ilmu yang dikuasai penulis, serta kompetensi di dalam penelitian berwujud pada kompetensi menulis, yaitu mengartikulasikan pikiran ke dalam bentuk huruf, kata, kalimat, paragraf, dengan menempatkan berbagai tanda baca titik, koma, dan tanda baca lainnya secara tepat.

    Bila dilihat secara garis struktural seorang dosen wajib menuliskan ide atau gagasannya melalui berbagai media. Jika tidak, tunjangan fungsional, profesi dan kehormatan akan dihentikan. Selain menulis penelitian juga penting agar dapat menemukan teori baru atau memperbaiki teori yang sudah ada.  Dan, yang terakhir bisa menghasilkan buku dengan standart internasional yang terindeks melalui International Standart Book Number (ISBN) yang tentunya bermanfaat bagi dunia pendidikan.

    Mengapa plagiasi terjadi, biasanya karena masih ada dosen yang malas mengolah intelektualnya dan tidak percaya diri. Budaya menghafal hasil pikiran orang lain akan mempengaruhi isi tulisan sehingga tanpa disadari tingkat plagiasi timbul semakin tinggi. Menurut Prof.Augusty, kebiasaan tersebut berlawanan dengan metodologi orang dari Barat, yang lebih mengutamakan kecepatan berfikir, kemudian bertindak, dan menghasilkan teori. Agar bebas dari plagiasi, budaya terus berfikir dan menulis hasil karya sendiri harus terus diasah civitas akademika agar tidak tergelincir pada plagiasi.

    Di akhir sesi pelatihan, Prof. Augusty mendemonstrasikan software pendeteksi plagiasi pada sebuah naskah karya ilmiah. Terlihat jelas bagian-bagian yang terdeteksi sebagai plagiasi dan tidak. (oca)

     

Berita Terkait