Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Dosen Profesional dan Mutu Akademik

    2015-04-18 06:46:33
    Images

    Dosen Profesional dan Mutu Akademik

    (Daya Tarik Perguruan Tinggi)

     

    Oleh Marselinus Nandes, S.Pd, M.Pd

    Dosen dan Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi,

    FKIP, Universitas Flores, Hp 081239263390

     

    Agar sebuah perguruan tinggi (PT) menarik dan dapat membentuk citra baik terhadap publik maka perlu adanya staf dosen profesional yang dapat dibanggakan. Dosen yang bermutu disyaratkan dengan berbagai model berikut ini.

    Pertama, seorang dosen yang baik adalah dosen yang menguasai ilmu yang diajarkan, tampil dengan penuh percaya diri, tidak ragu-ragu, sehingga materi perkuliahan tidak banyak menyimpang dari yang seharusnya, serta menguasai berbagai pengetahuan yang bersifat umum.

    Kedua, menguasai metode mengajar, sangat diharapkan oleh para mahasiswa terhadap dosen yang memberikan perkuliahan dengan lancar, sistematis, dan mudah dimengerti. Dapat menguasai kelas sehingga kelas tidak gaduh, mahasiswa tidak merasa mengantuk. Dosen harus mengajar dengan serius di samping ada pula waktu humor, tidak monoton, dan dapat membaca situasi khususnya suasana kelas.

    Ketiga, mengendalikan emosi. Mahasiswa mengatakan, dosen baik bila dosennya tidak emosional, tidak mudah tersinggung, tidak berwajah angker, tidak sok pintar dan dapat berkomunikasi secara baik dengan mahasiswa.

    Keempat, disiplin. Para mahasiswa merasa senang dengan dosen yang disiplin, selalu hadir dalam memberikan kuliah dan berwibawa, datang tepat waktu, jika berhalangan dapat diberitahukan terlebih dahulu sehingga mahasiswa tidak menanti dalam ketidakpastian.

    Masalah dosen yang diisyaratkan di atas adalah masalah yang sangat peka, yang sangat mudah menyentu rasa simpati mahasiswa terhadap kegiatan akademik dan akan memberikan cap tersendiri terhadap lembaga pendidikan itu sendiri.

    Kalau beberapa hal tadi merupakan pandangan mahasiswa terhadap dosen yang baik, berikut ini penulis coba mengemukakan perilaku dosen yang menurut penulis menjadi masalah besar yang dihadapi oleh seorang dosen dalam sebuah perguruan tinggi sebagai berikut.

     Pertama, kebanyakan dosen kurang referensi bahan perkuliahan, literatur yang dibaca kurang bervariasi dan sangat minim. Lieteratur yang dibaca masih terbitan lama, jarang sekali membeli buku-buku terbaru sehingga dosen kekurangan bahan dalam mengisi materi perkuliahan. Akibatnya jam tatap muka tidak diisi secara penuh, jam kuliah yang seharusnya 100 menit hanya diisi 60 menit, dengan cara datang atau masuk kelas terlambat atau selesai kuliah lebih awal. Sering kali bahan kuliah yang diberikan menyimpang, tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dibahas serta aturan main SKS tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Apalagi tidak ada penilaian dari mahasiswa terhadap perilaku dosen demikian. Permasalahan ini seyogianya menjadi perhatian pemimpin dalam rangka meningkatkan bahan bacaan.

    Kedua, kemampuan berhasa asing terutama bahasa Inggris sangat rendah sehingga menyulitkannya dalam menelaah literatur asing. Hal ini akan berakibat lebih parah lagi dalam penampilannya mengucapkan konsep atau istilah dalam bahasa Inggris.

    Ketiga, dosen dan mahasiswa yang masuk ke dalam sistem PT berasal dari berbagai kelas  social, daerah, etnis, usia, perilaku, profesi dan sebagainya berbaur menjadi satu sivitas academica PT. Variabel input ini kadang-kadang sulit untuk mengendalikan ekses yang timbul, sebab mereka semua adalah manusia biasa yang memiliki akal dan nafsu sehingga menimbulkan perilaku-perilaku yang dapat menghancurkan citra terhadap lembaga.

    Keempat, ada masalah yang dihadapi PT sehubungan dengan tenaga yang baru direkrut yang menimbulkan persoalan salah tempat, kurang sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan dan ini dapat melemahkan disiplin dan ketidakserasian dengan lembaga.

    Selain mutu dosen, ada hal lain yang dapat mempengaruhi daya tarik PT, seperti mutu akademik. Secara konseptual mutu akademik adalah muara dari mutu proses pendidikan manusia, alat, kurikulum, dan fasilitas yang tercermin pada mutu mengajar dosen, mutu bahan pelajaran, dan mutu hasil belajar, sehingga akhirnya membentuk seperangkat kemampuan. Jadi, dengan mutu akademik yang baik akam membuat alumni dan masyarakat luas akan merasa ada ketertarikan untuk bergabung dalam PT tersebut.

    Selanjutnya masih ada daya tarik lain yang dapat dijadikan kekuatan sebuah PT. Bukan aspek mutu akademik saja yang menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa, tetapi masih banyak daya tarik lain seperti berikut.

    Pertama, adanya pola segmentasi pasar dari PT yang telah menyusun sejenis pemetaan dari mana asal mahasiswa yang dapat diklasifikasikan, antara lain asal etnis, sekolah, kelas sosial ekonomi orang tua, daerah kota, pedesan dan sebagainya. Dengan adanya pola pemetaan ini memmudahkan PT yang bersangkutan mengarahkan penarikan calon mahasiswa, karena calon mahasiswa ini membutuhkan teman sepergaulan dalam suasana kampus yang masih asing bagi mereka terutama pada awal kuliah.

    Kedua, jenis program studi yang dimiliki oleh PT sangat berpengaruh dalam menarik calon mahasiswa, karena program studi tertentu akan memberikan ijazah yang punya arti tersendiri untuk memasuki lapangan kerja.

    Ketiga, adanya kelompok-kelompok alumni yang menguasai lapangan kerja tertentu. Keempat, keberhasilan PT dalam membekali mahasiswanya dan sukses dalam menghadapi ujian di masyarakat. Bagaimanapun juga sukses di masyarakat menjadi indikator formal yang tampak bagi penilaian terhadap sebuah PT.

    (Flores Pos, Sabtu, 16 Agustus 2014).

Berita Terkait