Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Dua mahasiswa Arsitek Mengikuti Workshop Di Darwin Australia

    2014-09-30 08:39:27

    Dua mahasiswa Universitas Flores telah mengikuti Workshop di Darwin Australia selama empat hari (26 - 29 Juni). Kedua mahasiswa tersebut adalah mahasiswa Program Studi Teknik Arsitek, Sifa Fitria Reza Abdullah Natsir dengan Fransiskus Hendriques. Disana mereka belajar mengenal dan mengolah material sebagai bahan bangunan dengan memanfaatkan kekayaan alam tanpa bergantung pada bahan bangunan olahan pabrik. Mereka juga belajar memilih material yang sesuai dengan lokasi dimana bangunan akan didirikan.

    Menurut dosen pembimbing mereka Fabiola T.A Kerong.S.T.,M.T dan Mukhlis A.Mukhtar.S.T.,M.T, keberangkatan kedua mahasiswanya atas rekomendasi langsung dari pemilik Studio Interan Bali yang sekaligus menjadi mentor mereka pada acara workshop di Darwin. Kedua mahasiswa Program Studi Teknik Arsitek Universitas Flores ini bukan satu - satunya delegasi dari Indonesia, mereka dikirim bersama mahasiswa dari universitas besar lain di Indonesia, antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Indonesia, Parahyangan Bandung, UNS Solo, Sriwijaya Palembang, Tanjungpura Makasar, Hasanudin Makasar, Lambung Mangkurat Banjarmasin dan Institut Tehnologi 10 November Surabaya. Semua mahasiswa dari Indonesia bergabung dengan mahasiswa dari Universitas Charles Darwin dan University Newcastle. Selama mengikuti workshop mahasiswa dari Indonesia tinggal di asrama kampus Universitas Charles Darwin.

    Menurut Sifa dan Fransiskus, selama mengikuti workshop mereka memperoleh ilmu dan pengalaman yang berharga karena bisa mengunjungi bangunan konvesional dengan arsitektur yang dibuat dari material alam  dan masih dilestarikan sebagai peninggalan leluhur. Yang membuat Fransiskus takjub karena kondisi bangunan itu dianggap sudah modern untuk ukuran daerah asalnya, tetapi di sana dianggap kuno.

    Setelah mengikuti workshop, peserta akan dievaluasi dan disaring, bila terpilih akan dikirim kembali ke Australia untuk diikutsertakan pada proyek pembangunan sebuah rumah sakit pada bulan November mendatang. Tentunya bahan baku bangunan akan menggunakan material dari alam hasil pelatihan yang telah mereka jalani sebelumnya.

Berita Terkait