Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Ema Gadi Djou Memorial Cup

    2015-08-08 20:11:06

    Ema Gadi Djou Memorial Cup

     

    Yohanes Y.W. Kean, S.Pd, M.Pd.

    Dosen Prodi Pendidikan Sejarah, Universitas Flores,

    Seksi Dokumentasi dan Publikasi Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup 2015

     

    Sebagian besar masyarakat kita di Flores Lembata menggandrungi sepak bola. Di wilayah ini kita mendengar berbagai turnamen atau kompetisi sepak bola, seperti Ngada Cup, Lamaholot Cup, Nagekeo Cup, Ende Cup, dan sebagainya. Itu semua menunjukkan bahwa masyarakat Flores Lembata telah menjadikan sepak bola sebagai salah satu identitas diri yang berfungsi mempersatukan.

    Dinamika masyarakat dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) adalah dua sisi dalam kehidupan yang saling berkorelasi. Tantangan terbesar dalam arus perubahan adalah kesiapan SDM karena menentukan maju dan mundurnya suatu masyarakat serta baik buruknya suatu perubahan. Perubahan yang diarahkan pada upaya terwujudnya masyrakat yang adil dan makmur merupakan suatu cita-cita bersama, di mana untuk melaksanakannya perlu melibatkan peran serta berbagai komponen masyarakat pada berbagai bidang pembangunan, dilakukan secara sistematis, terencana, dan terarah.

    Pembangunan memiliki dimensi yang cukup kompleks. Oleh karena itu, persiapan SDM pelaku pembangunan sejak dini dalam berbagai bidang merupakan keputusan yang cerdas bagi tercapainya tujuan dan cita-cita bersama. Salah satu upaya penting diperhatikan sejak dini adalah menggali dan mengembangkan bakat dalam bidang olahraga, dalam hal ini cabang sepak bola.

    Sepak bola dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat memuaskan banyak orang karena keindahan dan sportivitas, wujud konkret ekspresi dan kreativitas individu akan lingkungan di mana ia berada. Dengan demikian, sering dijumpai olahraga sepak bola dapat dijadikan sebagai identitas diri, identitas kelompok masyarakat, juga sebagai sarana untuk membangun spirit dan membangkitkan kegairahan masyarakat.

    Disadari atau tidak, masih sangat terbatas ruang atau kegiatan olahraga sepak bola yang berkualitas dan profesional di Flores Lembata, baik sebagai aktivitas rutin maupun prestasi perlombaan sehingga potensi yang asli kurang kelihatan karena kurang dikembangkan. Dampak ikutannya adalah kita kurang memiliki prestasi besar di bidang sepak bola.

    Dalam kaitan hal di atas kita memberi apresiasi kepada Yayasan Perguruan Tinggi  Flores (Yapertif) yang menaungi Universitas Flores (Uniflor) yang mengambil bagian dalam mengembangkan potensi SDM orang muda masyarakat Flores Lembata, menciptakan ruang aktivitas dan kreativitas bagi masyarakat, dengan mengadakan Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup. Turnamen ini diselenggarakan secara berkala dalam beberapa tahun terakhir ini. Inisiatif dan kepedulian Yapertif dan Uniflor ini diharapkan dapat menghasilkan output yang konstruktif di dalam upaya membangun SDM yang andal. Di samping itu, juga diharapkan dapat menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.

    Adapun tujuan Turnamen Ema Gadi Djou Memorial Cup ini, antara lain mewujudkan kepedulian Yapertif dan Uniflor dalam memasyarakatkan sepak bola, memunculkan  bibit-bibit unggul bidang sepak bola, membangun identitas, membangkitkan kegairahan masyarakat, sekaligus mengenang jasa Herman Josef Gadi Djou yang punyai bakat olahraga sepak bola.

    Turnamen yang akan diikuti klub-klub yang tersebar di daratan Flores Lembata akan menjadi tontonan yang menarik. Klub-klub ini menjadi gambaran miniatur masyarakat Flores Lembata ketika berada di satu arena berlaga. Turnamen ini diharapkan bahwa setiap klub peserta turnamen tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi lebih dari itu, yakni kesadaran akan nilai sportivitas, perjuangan, kerja sama, dan pesan pembinaan sepak bola yang berkelanjutan.

    Memang kita akui daerah kita masih jauh dari kata “industri sepak bola.” Tetapi ingat, ada sejumlah insan sepak bola kita yang sudah terkenal di skala nasional. Kita tentu pernah dengar nama Heru Nerly, yang “katanya” akan ikut dalam turnamen ini. Ada juga nama senior yang sudah lebih dahulu dikenal, yakni Johny Aliandoe. Mereka ini sebenarnya adalah peretas awal, menunjukkan bahwa daerah kita tidak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia soal kemampuan mengola si kulit bundar.

    Berbicara soal individu di zaman sekarang adalah soal pembinaan individu secara berkelanjutan, dari usia muda sampai usia dunia sepak bola sebenarnya, sebagaimana yang diharapkan dalam turnamen ini.

    Turnamen ini juga menaruh perhatian kepada pembinaan usia muda di Flores Lembata dengan selalu memberi kesempatan pada klub-klub yang menaruh perhatian kepada pembinaan usia muda. Kita contohkan, Indonesia Muda Ende. Dari dahulu klub ini eksis dan menaruh perhatian penuh terhadap tim mudanya. Sudah tak terhitung jumlah pemain alumni binaan usia mudanya yang bermain di beberapa klub calon peserta turnamen ini.

    Flores Pos edisi 24 Juni dan 29 Juni 2015 memberitakan kesiapan  panitia penyelenggara dan kesiapan klub-klub peserta, baik klub milik badan usaha, perseorangan maupun yang membawa nama lokal suatu daerah. Ini menunjukkan bahwa turnamen ini sebagai lanjutan dari turnamen Yapertif sebelumnya yang sudah mendapat tempat di hati masyarakat Flores Lembata. “Memberi kepada masyarakat dari apa yang telah masyarakat berikan” adalah wujud nyata impian sang visioner Bapa Ema Gadi Djou. * (Suara Uniflor, Flores Pos, Sabtu, 8 Agustus 2015).

     

     

     

Berita Terkait