Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Formula KKN Universitas Flores

    2016-06-04 08:56:29
    Images

    Formula KKN Universitas Flores

    Yohanes Y.W. Kean, S.Pd.,M.Pd.

    Sekretaris Pusat Pengelolaan dan

    Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P3KKN) Universitas Flores

    Hp: 081329444306

     

    Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Indonesia secara historis dirintis sejak tahun 1971. Pemerintah Indonesia pada saat itu melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Universitas Andalas di bagian Barat, Universitas Gadjah Mada di bagian Tengah, dan Universitas Hasanuddin di bagian Timur, sebagai perintis proyek kegiatan pengabdian masyarakat. Proyek perintis ini kemudian dikenal dengan nama pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. 

    Hasil laporan dan evaluasi dari ketiga perguruan tinggi perintis proyek ini dipresentasikan pada Rapat Rektor Universitas atau Institut Negeri pada Maret 1972. Usai rapat, Direktur Pendidikan Tinggi meminta 13 Universitas di 13 provinsi untuk melaksanakan proyek perintis kuliah kerja nyata pada tahun ajaran 1973-1974. Universitas Gadjah Mada didaulat sebagai universitas pembina, sedangkan dua belas universitas lainnya termasuk kategori universitas madya, yakni Universitas Syiah KualaUniversitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas SriwijayaUniversitas PadjajaranUniversitas DiponegoroUniversitas BrawijayaUniversitas UdayanaUniversitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Pattimura.

    Awalnya, KKN hanya menerapkan dua dharma yaitu pengajaran dan pengabdian masyarakat. Seiring perkembangan waktu KKN juga kemudian menambah dharma penelitian. Perpaduan aplikasi tri dharma perguruan tinggi ini telah memposisikan KKN sebagai salah satu subsistem pendidikan tinggi di Indonesia.

    Adapun program yang dilaksanakan setiap perguruan tinggi bervariatif, tergantung pada disiplin ilmu yang terkait serta kebutuhan masyarakat dari daerah sasaran program KKN. Program yang dirancang dapat diklasifikasikan menjadi program umum seperti peringatan hari besar, dan program khusus yang terkait tema besar suatu tim KKN. Beberapa tema spesifik KKN seperti pendidikan, pariwisatasumber daya alam, dan peduli bencana. KKN peduli bencana merupakan salah satu bentuk responsibilitasmoral perguruan tinggi terhadap publik. 

    Selain peserta KKN yang bercorak lintas fakultas dalam satu universitas, terdapat juga program KKN yang dilaksanakan lintas universitas. KKN Kebangsaan merupakan nama dari program KKN yang anggotanya berasal dari universitas yang berbeda. Program ini dirintis oleh Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sejak tahun 2013.

    Universitas Flores sebagai lembaga pendidikan tinggi di Pulau Flores tentunya sudah melakukan terobosan dalam aktivitas Kuliah Kerja Nyata. Tercatat, Universitas Flores telah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada hampir seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Kenyataan ini memberi kesan tersendiri bagi kehadiran Universitas Flores dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

    Setelah melaksanakan Studi Banding di Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Universitas Negeri Sebelas Maret-Surakarta, Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P3KKN) Universitas Floresmenawarkan model Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2016 sebagai berikut: (1) Desain Model KKN tematik berbasis lokasi, seperti dilaksanakan terutama berdasarkan tema-tema dan lokasi yang ditetapkan oleh Pusat Pengelolaan dan Pengembangan KKN (P3KKN), didasarkan pada potensi sumber daya dan masalah yang dihadapi masyarakat, dan dirancang untuk pemberdayaan masyarakat lokal dengan pendekatan multidisipliner dan interdisipliner; (2) Desain Model KKN Tematik berbasis kemitraan, seperti berdasarkan tema-tema dan lokasi yang diusulkan pihak mitra, dosen pembimbing lapangan maupun mahasiswa, dan idasarkan pada kompetensi mahasiswa dan kebutuhan  masyarakat bekerja sama dengan mitra dengan pendekatan multidisipliner dan interdisipliner.

    Dari model KKN Tematik Universitas Flores tersebut tentunya mempunyai arah atau tujuan tersendiri yakni: 1) mewujudkan salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu bidang pengabdian kepada masyarakat, 2) membantu mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajari secara langsung yang sesuai dengan teori sehingga memberi manfaat bagi masyarakat, dan 3) membekali mahasiswa dengan paradigma pendekatan masyarakat dan membentuk sikap serta perilaku untuk senantiasa peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, 4) memberi pengalaman belajar mahasiswa dalam kehidupan masyarakat dan mendewasakan kepribadian dan memperluas wawasan mahasiswa, serta 5) melatih mahasiswa belajar bersama masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan, dan mendorong iklim pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai upaya mencapai kesejahteraan.

    KKN Universitas Flores berusaha membangun sinergi antarberbagai elemen kemasyarakatan antara lain dengan masyarakat atau organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dari tingkat I dan II, pelaku usaha, lintas suku, agama,suku atau ras, universitas-universitas mitra baik lingkup provinsi maupun skala nasional, pemerintah daerah tingkat kecamatan sampai dusun yang berpartisipasi sebagai narasumber dan mitra KKN Universitas Flores di lokasi.

    Keterpaduan aspek tri dharma perguruan tinggi, empati-partisipatif, interdisipliner, komprehensif-komplementatif dan berdimensi luas, realistis-pragmatis, pengembangan lingkungan, dan tentunya berkelanjutan adalah bentuk-bentuk harapan proses KKN dari Universitas Flores di KKN periode 2016.*

     

    Opini telah diterbitkan  pada Rubrik Suara Uniflor, Harian Umum Flores Pos edisi 4 Juni 2016. Rubrik dikelola oleh UPT Humas dan Publikasi Uniflor.

Berita Terkait