Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Fungsi dan Makna Kisah Inepare dalam Komunitas Etnik Lio

    2018-04-28 14:45:44
    Images

    Inepare, sosok yang dikenal sebagai Ibu Padi dalam masyarakat etnik Lio, menjadi topik perbincangan yang hangat dalam kegiatan Bincang Buku “Fungsi dan Makna Kisah Inepare dalam Komunitas Etnik Lio” yang diselenggarakan pada Kamis (26/4/2018), pukul 16.00 – 18.30 Wita, di Anjungan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Flores (Uniflor). Buku yang ditulis oleh Dra. Maria M. Bali Larasati, M.Hum. tersebut dibedah oleh Dr. Veronika Genua, M.Pd., serta tanggapan buku oleh Drs. Yosef Tomi Roe, M.A. Bertindak sebagai moderator, Alexander Bala, S.Pd., M.Pd. memandu acara dengan kalimat pembuka: karena membedah sama dengan menelanjangi. Oleh karena itu kegiatan tersebut bertema bincang buku dengan atmosfer yang lebih santai.

    Kegiatan Bincang Buku dibuka dengan penampilan mahasiswa PBSI yang membawakan cerita singkat tentang Inepare dan vokal grup. Kegiatan inti menghadirkan Veronika Genua sebagai pembedah buku. Dalam kesempatan tersebut Veronika membahas banyak aspek tentang buku ini baik dari aspek cerita Inepare sebagai Ibu Padi, aspek bahasa Lio dan terjemahan dalam Bahasa Indonesia, hingga sampul buku. Usai pembedahan buku, Yosef Tomi Roe menyampaikan tanggapannya terhadap buku tersebut. Menurut Yosef, kata dan kalimat dalam bahasa Lio di dalam buku ini diterjemahkan dengan sangat baik ke dalam Bahasa Indonesia oleh Penulisnya. Sedangkan dari aspek penulisan bahasa Lio itu sendiri masih ada beberapa kesalahan pada kata-kata tertentu.

    Maria M. Bali Larasati tampil sebagai pembicara terakhir untuk membahas pembedahan buku dan tanggapan yang telah disampaikan sebelumnya. Selain itu ia juga menyampaikan proses panjang selama penelitian, penyusunan, hingga penerbitan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dan ditutup dengan menyantap kudapan bersama. Kegiatan Bincang Buku “Fungsi dan Makna Kisah Inepare dalam Komunitas Etnik Lio” terselenggara berkat kerjasama PBSI Uniflor, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Flores, dan HMPS PBSI Uniflor.(2teh).

Berita Terkait