Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Generasi Muda Menjadi Agen Perdamaian

    2017-12-12 12:35:50
    Images

    Generasi Muda Menjadi Agen Perdamaian

     

     

     

    Seminar Nasional: Mohamad Kristina Liga Diplomat Muda dari Kemenlu RI sedang menyampaikan materi tentang peran pemuda dalam diplomasi digital, Sabtu (28/10).

     

    Universitas Flores bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyelenggarakan kuliah umum. Staf dari Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik sebagai unsur pelaksana di bidang informasi dan diplomasi publik (IDP) hadir membawakan materi tentang diplomasi publik. Acara dikemas dalam tema “Penyebarluasan Peran Informasi dan Diplomasi Publik dalam Politik Luar Negeri Republik Indonesia”. Kegiatan diselenggarakan di Aula Lantai 2 Gedung Fakultas Ekonomi Universitas Flores, Sabtu (28/10), dihadiri oleh dosen, dan mahasiswa Universitas Flores, dengan moderator Alexander Bala,S.Pd.,M.Pd.

    Kuliah umum  dibuka dengan sambutan Rektor Uniflor Prof. Dr. Stephanus Djawanai, M.A., yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Universitas Flores  Murdaningsih, S.P.,M.P. Murdaningsih memberi apresiasi untuk  perhatian Kemenlu RI atas kerja sama dan kontribusi positif dalam penyebaran informasi dan diplomasi publik demi menjaga kedaulatan  diri bangsa Indonesia di dalam maupun di luar negeri.

    Peserta seminar mendapat penjelasan tentang Informasi Diplomassi Publik dari dua pemateri, yakni Slamet Suryo dan Mohammad Kristina Liga. Diplomasi publik menurut pemaparan Slamet Suryo merupakan aktivitas yang dilakukan pemerintah untuk mencapai kepentingan nasional melalui komunikasi dan diplomasi dengan masyarakat dunia. Dengan tujuan agar dunia memiliki persepsi yang positif terhadap negara kita tercinta ini.

    Diplomat muda Mohammad Kristina Liga menyampaikan materi tentang Diplomasi di Era Digital. Menurutnya, era digital memiliki konsekuensi tinggi karena peran teknologi informasi memiliki tantangan tanpa adanya batas, baik waktu, wilayah, ataupun negara. Semua informasi dapat dengan cepat tersebar luas sehingga berpengaruh pada pembentukan citra sebuah bangsa.

    Diplomasi digital sesungguhnya memiliki makna yang sama dengan diplomasi publik, Pemuda sebagai generasi milenial dalam diplomasi memiliki peran yang besar dalam pembangunan bangsa. Orang muda diharapkan dapat bermigrasi dari konsep diplomasi konvensional ke era digital. Sejarah mencatat perjuangan para pemuda dipelopori oleh kaum terpelajar alias mahasiswa, yang memiliki kekuatan menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Hal tersebut selaras dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ”Dengan 1,8 milyard generasi muda di dunia yang merupakan seperempat penduduk dunia dan memiliki kekuatan dan jejaring global melalui teknologi sosial media, generasi muda adalah agen perdamaian”. (Oca)

Berita Terkait