Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Inklusi Kesadaran Pajak Bersama Kopertis

    2018-04-30 12:53:17
    Images

    Inklusi  Kesadaran Pajak Bersama Kopertis

     

    Sharing Session : Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa (berdiri) memamparkan materi dalam strategi Inklusi Kesadaran Pajak, di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Flores, Selasa (17/4)

     

     

                KPP Pratama bersama Kopertis Wilayah VIII Bali /Nusra bekerjasama dengan Universitas Flores menyelenggarakan “Inklusi Kesadaran Pajak” di Aula Rektorat Universitas Flores Lantai 3. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sharing session Inklusi Kesadaran Pajak dalam dunia pendidikan, sengaja dibuat untuk mengunggah kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak. Dengan para pemateri oleh  Koor.Kopertis VIII Bali/Nusra  Prof.Dr. I Nengah Dasi Astawa, Kabid P2 Humas Kanwil DPJ Nusra Widi Widodo, Kepala KPP Pratama Ende Efendi Pinem,  Rektor  Universitas Flores yang mewakili Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Simon Sira Padji, dan Fasilitator KPP Pratama Ende Yohanes Aryo Wijanarko.

                Pengertian Inklusi Kesadaran Pajak adalah usaha yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak bersama dengan kementerian yang membidangi pendidikan untuk meningkatkan kesadaran perpajakan peserta didik, guru dan dosen yang dilakukan melalui integrasi materi kesadaran pajak  dalam kurikulum, pembelajaran dan perbukuan.

    Organisasi negara menuntut warga berpartisipasi dan berkontribusi, dalam hal ini uang atau pajak, ungkap Dr.Simon Sira Padji dalam sambutannya, menurut beliau pemberian yang bermanfaat adalah pemberian dengan kesadaran dan kerelaan. Dengan strategi Inklusi Kesadaran Pajak diharapkan ada perubahan sikap mental yang baru tentang pajak terutama bagi anak didik agar menjadi agen perubahan sikap mental sadar pajak. Peserta kegiatan diundang dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Wilayah Kopertis VIII selain Universitas Flores sebagai tuan rumah.

                Prof.Dr.I Nengah Dasi Astawa menyampaikan, mengapa inklusi kesadaran pajak perlu dibuat di perguruan tinggi, menginggat secara regulasi ada MoU antara Kemenristek Dikti dengan Kementrian Keuangan sehingga terwujud suatu pendekatan inklusi. Selain itu perguruan tinggi dianggap sebagai lembaga pendidikan dengan intelektualitas yang lebih tinggi mampu secara massif menggunakan cara- cara atau menggunakan berbagai instrument mengajak anak didik sadar akan wajib pajak, sehingga menimbulkan semangat dan keinginan menjadi agent pajak.

                Willi Widodo Kabid P2 Humas Kanwil Nusra memaparkan overview perpajakan Indonesia dengan kondisi target pajak yang tidak tercapai akibat ratio kepatuhan wajib pajak yang rendah dibanding  populasi penduduk di Indonesia. Sehingga menimbulkan free rider yaitu warga pengguna dan penikmat hasil pajak tanpa ada kontribusi. 

    Ditambahkan oleh Kepala KPP Pratama Ende Efendi Pinem, investasi pajak perlu ditanamkan dari sekarang pada mahasiswa dan hasilnya akan dirasakan beberapa tahun mendatang. Sehingga Strategi Inklusi Kesadaran Pajak dalam kurikulum dibuat dengan penyisipan beberapa materi kesadaran pajak, seperti panduan pembelajaran Kesadaran Pajak untuk pendidikan tinggi telah disusun sebagai panduan bagi dosen pengajar dalam pembelajaran muatan kesadaran pajak pada mata kuliah wajib umum untuk pendidikan tinggi.

    Peserta Inklusi Kesadaran Pajak diajak berkeliling mengunjungi lokasi pembangunan infrakstruktur Ende yang dibiayai oleh hasil penerimaan pajak, untuk mengetahui langsung penggunaan hasil pajak bagi kemaslahatan hajat hidup orang banyak. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. (Oca)

               

               

Berita Terkait