Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Internet dan Anak Usia Dini

    2015-04-18 09:04:42
    Images

    Internet dan Anak Usia Dini

     

    Yofita Lawe Duka, S.S, M.Tesol.

    Dosen Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra,

     Universitas Flores, Hp 08528879146

     

    Pengaruh positif internet bagi anak usia dini sangat besar, antara lain anak mendapatkan banyak informasi dan hiburan dari internet. Internet bisa membawa mereka untuk berinteraksi dengan yang lainnya dengan menggunakan situs-situs jejaring sosial atau situs-situs komunitas. Internet bisa membantu anak-anak dalam pendidikan, yaitu dalam proses pembelajaran dan mengembangkan keterampilan, bakat dan ilmu yang mereka miliki.

    Berkaitan dengan penggunaan internet untuk tujuan pendidikan, terdapat kekhawatiran bahwa anak usia dini dapat terekspos terhadap informasi yang tidak tepat melalui internet yang diyakini menyajikan informasi faktual dan akurat. Argumen yang berkaitan lainnya bahwa anak khususnya yang menginjak masa remaja, dapat memplagiasi pekerjaan orang lain untuk tugas-tugas sekolah dari internet.

    Sebagai upaya pencegahan, sekolah diharapkan dapat mengajarkan anak didiknya bagaimana menghindari plagiasi yang dengan sendirinya kemungkinan anak terlibat dalam pembajakan intelektual properti orang lain melalui internet dapat dihindari. Selanjutnya, internet dapat memperluas pengetahuan anak karena terdapat begitu banyak informasi yang terus diperbarui di dalamnya. Seperti yang dikutip dalam buku Children and The Internet Use (2003), Jackson memaparkan hasil survei HomeNeToo bahwa nilai rata-rata anak didik meningkat karena mereka menghabiskan waktu lebih banyak membaca teks online.

    Pada kenyataannya, Kemendikbud RI telah menyajikan buku elektronik guna memperkenalkan peserta didik tingkat SD hingga SMA/SMK pada jejaringan komputer dan memungkinkan mereka untuk tidak perlu membeli buku teks. Meskipun buku-buku elektronik yang disajikan di situs resmi Kemendikbud ini hanya untuk mata pelajaran tertentu, diharapkan prakarsa ini dapat memotivasi mereka untuk tidak buta internet.

    Diperdebatkan pula bahwa penggunaan internet untuk tujuan komunikasi dapat berbahaya bagi penggunanya yang masih berusia belia. Sebagai contoh, anak yang biasanya aktif berkomunikasi secara online melalui jejaring sosial mungkin memberikan informasi mengenai dirinya secara polos kepada orang yang baru dikenalnya di dunia maya.

    Menurut Healy (2006) dalam artikelnya yang berjudul Impacts of the Internet, hal ini dapat berakibat anak-anak tersebut menjadi korban target fedofilia. Selain itu, mereka juga bisa mengalami gangguan masalah interaksi sosial dengan orang lain karena cenderung duduk berjam-jam di hadapan komputernya untuk mengakses internet. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa komunikasi melalui internet juga berguna untuk membina hubungan dengan orang lain, secara khusus dengan anggota keluarga, kerabat, dan kenalan yang tinggal berjauhan dari mereka. Lagipula, seperti yang ditegaskan Muir (2006) dalam artikelnya Ethics and The Internet, dengan kemajuan teknologi saat ini, anak dapat menggunakan web-cam atau alat konferensi online lainnya yang memungkinkan mereka melihat dan mendengarkan lawan bicaranya di dunia maya. Hal ini dapat mencegah mereka dari kurang pergaulan  dengan orang lain karena mereka juga dapat mengalami komunikasi sehari-hari.

    Berkaitan dengan penggunaan internet untuk tujuan hiburan, banyak orang tua yang berpendapat bahwa hal tersebut hanya membuang-buang waktu anaknya dan uang. Menurut para orang tua tersebut, akses internet secara berlebihan dapat berakibat membengkaknya pengeluaran untuk pembayaran rekening telepon dan listrik.

    Di samping itu, orang tua juga mungkin mengkhawatirkan kesehatan anaknya karena anaknya “kurang gerak” atau jarang olahraga saking sibuknya mengakses internet. Padahal, untuk tujuan hiburan, anak dapat bermain online game yang dapat mengasah keterampilannya dalam menganalisa, secara khusus untuk membuat penilaian dan mengambil keputusan. Selain itu, anak remaja juga dapat mencari informasi terbaru mengenai buku yang hendak dibelinya secara online. Waktu senggang, mereka juga dapat mengunduh musik atau film, yang dapat menghemat biaya membeli kaset atau CD.

    Daripada melarang anak untuk tidak menggunakan internet sama sekali, lebih baik orang tua melakukan beberapa hal untuk menjamin anak-anaknya melakukan akses internet secara aman dan nyaman. Pertama, orang tua dapat mempelajari penggunaan internet dan pendidikan keamanannya. Kedua, orang tua dapat secara terbuka mendiskusikan keamanan internet dengan anaknya sehingga anak dapat memahami alasan orang tuanya membatasi waktu penggunaan internet serta memblokir situs-situs tertentu. Penting pula bagi orang tua untuk mendampingi anak-anaknya yang belum cukup umur dalam mengakses internet baik di warung internet (warnet) ataupun di rumahnya.

    Dari penjabaran di atas, meskipun ada kekhawatiran bahwa akses internet oleh anak yang belum cukup umur dapat berbahaya bagi dirinya, internet juga sangat bermanfaat. Oleh karena itu, dirasakan kurang bijak apabila anak dilarang menggunakan teknologi modern ini. Untuk memperkecil atau bahkan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, orang terdapat menerapkan peraturan penggunaan internet seperti terlibat menjadi pengguna  internet dan memiliki pengetahuan tentang internet secara baik sehingga dapat mendampingi anak saat menggunakan internet.

    Dengan cara ini orang tua mengenalkan manfaat dan tujuan penggunaan internet pada anak. Orang tua juga perlu menggunakan perangkat lunak yang khusus dirancang untuk anak. Misalnya, parents lock yang dapat melindungi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.

    (Flores Pos, Sabtu, 20 September 2014).

Berita Terkait