Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Kesadaran Kolektif terhadap Perempuan Perlu Dibangun

    2016-06-25 10:53:23
    Images

    Kesadaran Kolektif terhadap Perempuan Perlu Dibangun

    • Seminar Penanggulangan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

     

    “Kekerasan terhadap perempuan sering terjadi karena adanya ketimpangan dan ketidakadilan peran dan hak antara perempuan dan laki-laki di masyarakat sehingga menempatkan perempuan dalam status lebih rendah dari laki-laki”. Demikian Pater John M. Balan,SVD,M.Acling., dalam sambutannya pada seminar sehari penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak, di Auditorium H.J.Gadi Djou, Rabu (22/6). Pastor Campus Ministry Uniflor ini menegaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif akan eksistensi dan perlakuan terhadap kaum perempuan secara obyektif dalam segala segi kehidupan.

    Seminar menghadirkan pembicara Ketua DPRD Ende Herman Yoseph Wadhi, S.T., Ketua P2 TP2A Dra. Irama Pelaseke, M.Pd., Lurah Onekore Fidelis Sobha, S.Ip, Kabid Perencanaan Pembangunan Bappeda Ende Yoseph Primus Bhato, Anggota Reskrim Polres Ende Ridwan, dan Anggota Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Ende Pua A. Seminar dimoderatori oleh Antonius Pehan Boli, dan dihadiri oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, tokoh masyarakat Kelurahan Onekore, dan pemilik kos-kosan di sekitar wilayah kampus.

    Semua pembicara mengungkapkan isu kekerasan yang dihadapi perempuan dan penanggulangan yang telah dilakukan oleh institusinya. Pembicara dari Polres Ende, misalnya, mengungkapkan bahwa setiap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah delik aduan yang pasti ditangani pihaknya selama korban tidak mencabut gugatannya. Terkait upaya meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Dra. Irama Palaseke, M.Pd., menghimbau agar para orang tua dapat membiasakan kesetaraan gender dalam keluarga dengan cara bersikap adil terhadap anak laki-laki dan perempuan. Ketua DPRD Ende Herman Y. Wadhi, S.T., menyampaikan pihaknya telah menyusun beberapa peraturan daerah untuk memberdayakan perempuan. Selain itu, telah dibentuk Kampung Ramah Perempuan dan Kampung Ramah Anak yang berlokasi di Kecamatan Wewaria.  (eka)


    Berita telah dimuat pada rubrik Suara Uniflor kerjasama Harian Umum Flores Pos dan Universitas Flores, Edisi 25 Juni 2016.

Berita Terkait