Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Koperasi Kredit Pengupas Kemiskinan

    2015-08-08 19:06:09
    Images

    Koperasi Kredit Pengupas Kemiskinan

     

    Oleh Damianus Tola, M.Ec.Dev.

    Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi,

    FKIP, Universitas Flores, Hp 082340608063

     

    Koperasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian merupakan badan usaha yang mengatur perekonomian rakyat yang berlandaskan jiwa, semangat kebersamaan, dan gotong-royong. Ini menunjukkan bahwa koperasi memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan badan usaha lain. Koperasi juga lebih kecil resikonya dibandingkan dengan badan usaha lainnya yang cenderung mencari keuntungan.  

    Usaha koperasi terutama diarahkan pada bidang yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya. Dalam hubungan ini, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara produktif, efektif, dan efisien. Dalam arti,  pelayanan usaha harus dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan anggota.

    Pada era sekarang ini, persaingan di bidang ekonomi semakin bebas da terbuka. Struktur ekonomi nasional dituntut semakin kokoh melalui peningkatan efisiensi, produktivitas, dan daya saing. Oleh karena itu, sebagai strategi ekonomi, koperasi harus lebih berdaya saing sehingga diperlukan jiwa-jiwa wirausaha dalam membangun koperasi. Koperasi yang maju dan mandiri akan menjadikan anggota dan masyarakat kecil keluar dari lingkaran kemiskinan dan keterpurukan. Dengan kata lain, koperasi bisa menjadi pengupas kemiskinan.

     Kemiskinan yang terjadi di sekitar kita pada umumnya merupakan bentuk kemiskinan struktural, yakni  kemiskinan yang diakibatkan oleh peminggiran individu atau kelompok oleh individu atau kelompok lain terhadap akses sumber daya ekonomi.

    Koperasi kredit diharapkan dapat mengupas kemiskinan masyarakat pada saat ini. Sebagai badan usaha rakyat, koperasi kredit perlu membangun dan meningkatkan kualitas diri, mampu bersaing dengan badan usaha lain, berperan sebagai sokoguru perekonomian rakyat yang berfungsi memperkokoh perekonomian nasional, membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

    Koperasi kredit memiliki usaha tunggal, yakni menampung simpanan dan melayani peminjaman anggota. Yang menabung akan mendapatkan imbalan jasa, yang meminjam akan mendapatkan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota tahunan (RAT). Disinilah kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.” Koperasi kredit berusaha untuk menyejahterakan anggotanya.

    Manfaat koperasi kredit sangat besar dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat kecil. Usaha yang dilakukan oleh masyarakat kecil dapat berkembang dengan adanya pinjaman dari koperasi kredit. Modal yang dimiliki anggota berupa simpanan wajib dan simpanan sukarela menjadi dasar untuk menentukan besarnya pinjaman yang diperbolehkan anggota untuk menjadi modal usahanya.

    Semakin banyak anggota koperasi, semakin banyak pula modal yang terdapat di koperasi tersebut. Koperasi dapat meminjamkan dana untuk mengembangkan usaha yang sudah ada atau sebagai modal usaha awal setiap anggota. Usaha itulah yang dapat menopang kehidupan ekonomi keluarga. Harapannya, kemiskinan lama-kelamaan terhapus dalam masyarakat kita.

    Kemajuan koperasi kredit harus berlandaskan kemakmuran dan kesejahteraan anggota,  tidak saja pada besarnya dana dan aset, tetapi anggota harus menjadi aset utama koperasi kredit, serta menjadi fokus dan lokus berbagai kegiatan pemberdayaan yang dilakukan koperasi. Koperasi kredit harus dijadikan tulang punggung perekonomian lokal, ragional, dan nasional karena eksistensinya yang menjangkau sampai ke pelosok-pelosok daerah.

    Menurut saya, hadirnya koperasi kredit di tengah-tengah gejolaknya perekonomian yang dialami masyarakat pada saat ini bukan untuk mengabaikan peran perbankan. Meskipun bank memberikan simpan dan kredit kepada nasabahnya, namun nasabah tersebut harus memiliki jaminan dan syarat-syarat yang cukup rumit oleh masyarakat kecil.

    Ketatnya persyaratan bank yang harus dipenuhi menyebabkan masyarakat ekonomi lemah enggan meminjam uang di bank. Memang bank terlihat lebih “berkelas,” namun koperasi kredit lebih mampu hadir dengan segala kemudahan prosedur dan memberikan bunga yang relatif rendah dan pengembalian bunga didahulukan bagi anggota yang kurang mampu. Keuntungan lain, usaha koperasi diperuntukkan bagi anggota sehingga ada daya tarik masyarakat untuk menjadi anggota koperasi.

                Menurut saya, pemberdayaan koperasi kredit amat relevan bagi pengentasan kemisikinan masyarakat kita pada saat ini karena segala aktivitasnya bernapaskan kekeluargaan. Kerja sama antara anggota menjadi modal besar koperasi kredit. Pemberdayaan harus dimulai dengan meningkatkan mutu SDM anggota guna menumbuhkan kemandirian di antara anggota.

    Sikap kemandirian ini sebagai senjata ampuh mengentaskan kemiskinan. Masyarakat yang tidak mampu dapat keluar dari belenggu kemiskinan. Para anggota perlu diberi pembinaan dan pendampingan yang terus-menerus agar kelak menjadi mandiri secara ekonomi.

    Koperasi kredit bukan hanya berperan sebagai lembaga kredit, juga sebagai lembaga yang mendidik dan menyejahterakan anggotanya dalam banyak hal. Karena itu, peran penting pemerintah, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, sampai pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Peran penting itu, misalnya memberikan motivasi, pendampingan, pelatihan, dan pemberian tambahan modal usaha kepada koperasi kredit yang ada.

    Hadirnya berbagai koperasi kredit yang bertebaran di daerah kita pada saat ini kiranya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat dan pemerintah daerah sebagai sarana ampuh mengupas kemiskinan di wilayah kita. *

    (Suara Uniflor, Flores Pos, Sabtu, 23 Mei 2015).

     

     

Berita Terkait