Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Mahasiswa Mediator Budaya

    2015-05-11 10:29:59
    Images

    Mahasiswa Mediator Budaya

     

     

                Universitas Flores kembali melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tahun 2014. Kali ini mahasiswa peserta KKN akan membangun ketrampilan memimpin dan bekerja sama dengan kelompok  masyarakat desa yang berada di Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Timur  dan Kabupaten Manggarai. KKN akan berlangsung selama satu bulan dari 8 Agustus hingga 20 September. Jumlah mahasiswa peserta KKN sebanyak 1.518 mahasiswa.

                Sebelum diberangkatkan ke lokasi KKN, mahasiswa terlebih dulu diberi pembekalan selama dua hari dari 5 – 6 Agustus di Auditorium Herman Josef  Gadi Djou Universitas Flores, yang terbagi menjadi dua sesi yaitu pagi hingga siang pembekalan bagi mahasiswa yang mendapat lokasi di Kabupaten Ende, dan sore hari pembekalan bagi mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

                Pembekalan peserta KKN dibuka langsung oleh Rektor Universitas Flores Prof.Dr.Stephanus Djawanai.M.A  sekaligus memberi materi pembekalandengan judul “Budaya, Etika dan Moral di Masyarakat”.  Beliau menjelaskan didepan peserta KKN dan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan)  bahwa KKN adalah suatu kegiatan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dan pembangunan masyarakat desa. Dengan  melalui KKN mahasiswa disiapkan untuk membangun desa, sekaligus sebagai mediator budaya tradisional, antara pengetahuan alami dan pengetahuan ilmiah. Program KKN secara nasional sudah dimulai dari tahun 1971 dengan tujuan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat desa. Sehingga  mahasiswa dapat memberikan kontribusi baik di bidang pengetahuan, teknologi, inovasi, ketrampilan, seni, budaya, pariwisata, pembangunan manusia  dan  juga  harus belajar peduli dan berempati kepada orang lain.

                Itulah alasan mengapa mahasiswa perlu tinggal ditengah masyarakat untuk mengamati langsung kehidupan mereka dan mendengar keluh kesah serta harapan masyarakat desa, sehingga mahasiswa dapatmelakukan kegiatan yang dapat membantu warga desa, guna mengangkat masyarakat desa dari keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan.Mahasiswa juga diingatkan akan pentingnya etika dan moral yang menjadi batasan  dan dasar tata cara pergaulan serta penyesuaian diri ditengah masyarakat. Etika dan moral ini menyangkut apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak diperbolehkan, yang baik atau tidak baik, yang pantas atau tidak pantas pada perilaku manusia, sehingga perilaku yang baik akan melahirkan budaya yang baik pula.(oca).(Suara Uniflor,Flores Pos,Sabtu,9/8/2014).

Berita Terkait