Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Mahasiswa Sastra Inggris Lakukan Field Study Ke Kampung Adat Bena

    2016-11-23 11:19:18
    Images

    Kegiatan field study atau kuliah lapangan merupakan salah satu wujud pengamalan tugas perguruan tinggi untuk lebih medekatkan diri dengan lingkungan masyarakat. Hal inilah mendorong mahasiswa Program Studi Sastra Inggris mengunjungi kampung adat Bena di Kabupaten Ngada, Minggu (13/11) lalu.

    Dosen Pendamping Pasifikus Mala Meko, SST.Par., M.Par menyampaikan bahwa kegiatan field study dilakukan untuk memberikan pemahaman melalui pengalaman secara langsung dan mendalam mengenai bagaimana adat-istiadat, serta budaya yang menjadi jati diri masyarakat. Menurut Pasifikus, setiap tempat wisata, termasuk kampung adat Bena adalah asset budaya daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan, namun tetap menjaga keasliannya, karena justru aspek inilah yang menjadi daya pikat dan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke sini. Imbuhnya, dari aspek pembelajaran tentunya pelestarian tempat budaya seperti ini juga menjadi tempat belajar budaya bagi masyarakat luas, secara khusus bagi mahasiswa, terutama mahasiswa dapat mengetahui motivasi wisatawan melakukan perjalanan wisata serta bagaimana persepsi serta ekspektasi wisatawan tehadap keaslian warisan budaya yang ada di Kampung Bena yang berakaitan dengan pengelolaan berkelanjutan (sustainable).

    Bapak Servasius, salah satu tokoh adat Kampung Bena yang sekaligus menjadi informan dalam kuliah lapangan menyampaikan bahwa terdapat banyak makna yang memiliki arti yang dalam  pada setiap atribut dalam bentuk simbol atau lambang yang belum diketahui oleh banyak orang. “Ada begitu banyak tanda dan tanda-tanda tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Karena itulah banyak wisatawan yang datang berkunjung kemari untuk mempelajari pemaknaan dari setiap arsitektur yang terdapat dalam aneka rumah adat di kampung ini. Mulai dari penamaan dari setiap simbol yang ada pada arsitektur rumah adat, benda-benda sakral dalam wujud megalitik, serta berbagai bentuk benda dalam tata upacara adat. Semuanya memiliki berbagai makna,” tandas Servasius. “Mahasiswa diharapkan untuk terlibat intensif dalam mengungkap berbagai rahasia lambang dan simbol dalam masyarakat adat kita melalui penelitian-penelitian sebagai bagian dari menjaga keutuhan dan keaslian budaya-budaya yang ada, “ungkap Pasifikus mengakhiri diskusi siang itu. (As)

Berita Terkait