Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Membangun Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa

    2018-04-09 12:15:39
    Images

    Membangun Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa

     

    Oleh Gabriel Tanusi, S.E., M.Si.

    Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Flores

     

     

    Wirausaha memegang peranan penting dalam menentukan perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Amerika Serikat yang memiliki jumlah wirausahawan lebih dari 12% dari jumlah penduduknya menjadikannya sebagai negara yang mengalami kemajuanpesat di berbagai bidang kehidupan. Jepang yang memiliki jumlah wirausahawan sebanyak 10% dari jumlah penduduknya menjadikan Jepang sebagai salah satu negara terkaya di Asia dalam bidang perekonomian dan iptek. Singapura yang memiliki 7,2% wirausahawan, dan Malaysia yang memiliki 3% wirausahawan dari jumlah penduduknya, menjadikan kedua negara tetangga Indonesia tersebut mengalami peningkatan dalam pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia yang hanya memiliki 0,18% penduduknya yang berwirausaha menyebabkan Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat lamban. Benarlah pernyataan sosiolog David McCleiland, bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempercepat kemajuan pembangunan suatu negara dibutuhkan minimal 2% wirausahawan dari jumlah pnduduk negara bersangkutan. Hal yang sama berkali-kali disampaikan pengusaha Ciputra. Menurutnya, setidaknya dibutuhkan minimal 2% wirausahawan  untuk menjadikan negara Indonesia bangkit dari ketertinggalan bangsa lain.

    Guna mendongkrak pertumbuhan jumlah wirausahawan di Indonesia minimal mencapai 2% dari jumlah penduduk Indonesia. Pada bulan Juli 1995 Presiden RI mencanangkan program pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan perguruan tinggi (PT) Indonesia. Usaha ini bertujuan menanamkan jiwa dan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa dengan berbagai metode dan strategi agar mahasiswa terdorong berwirausaha. Bahkan, pada tingkat pemerintahan melalui Kementrian Koordinator Perekonomian telah membuat peraturan agar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, untuk mewajibkan mata pelajaran atau mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan di semua lembaga pendidikan.

    Program mahasiswa berwirausaha dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk berwirausaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajarinya. Tujuan utama agar membentuk softskill mahasiswa sehingga berperilaku sesuai dengan karakter seorang wirausahawan. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan minat dan motivasi bagi mahasiswa dalam berwirausaha.

    Pertama, kuliah kewirausahaan. Strategi ini dengan cara menyelenggarakan mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan secara terpadu di semua program studi di perguruan tinggi. Pimpinan perguruan tinggi perlu memiliki komitmen yang kuat untuk mewajibkan setiap mahasiswa memprogramkan mata kuliah ini tanpa melihat program studi asal mahasiswa tersebut. Dalam penyusunan kurikulum yang akan diajarkan, pimpinan perguruan tinggi harus mengikutsertakan akademisi, pelaku usaha, dan motivator kewirausahaan sehingga materi yang diajarkan lebih berkualitas, tidak hanya sebatas formalitas, tetapi didesain sedemikian rupa sehigga dapat menimbulkan ketertarikan bagi mahasiswa yang pada akhirnya setelah selesai kuliah dapat memilih wirausaha sebagai pilihan karier yang dibanggakan. Dosen yang mengajar mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan juga tidak hanya dilihat dari linieritas disiplin ilmunya, tetapi harus memiliki jiwa kewirausahaan. Akan lebih baik lagi kalau dosen pengasuh mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan tersebut memiliki usaha atau sebagai pelaku usaha.

    Kedua,Kuliah Kerja Nyata Usaha (KKN-Usaha). Strategi ini dengan menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata sekaligus berusaha, dengan nama KKN-Usaha. Sebelum mengikuti KKN para mahasiswa sebagai calon wirausahawan harus dibekali dengan kemampuan, keterampilan dan keahlian manajemen, adopsi inovasi teknologi, keahlian mengelola keuangan dan kemampuan memasarkan produknya melalui pengalaman langsung dalam dunia usaha pada waktu KKN. Para mahasiswa melakukan KKN-Usaha pada Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM). KKN-Usaha yang diaplikasikan pada kegiatan UMKM ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk lebih mengenal praktik kewirausahaan secara langsung.

    Ketiga,magang kewirausahaan.Program magang kewirausahaan ini merupakan kegiatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja praktis pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan koperasi dalam rangka melakukan identifikasi permasalahan, analisis dan penyelesaian permasalahan dan manajemen serta teknologi. Dengan melaksanakan magang kewirausahaan, maka mahasiswa akan benar-benar bekerja sebagai tenaga kerja pada UMKM dan koperasi. Magang kewirausahaan juga dapat menciptakan keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Disamping itu, para dosen pendamping magang mahasiswa yang adalah dosen kewirausahaan akan memperoleh manfaat pengalaman praktis wirausaha dan memiliki akses dengan dunia usaha.

    Keempat, inkubasi wirausaha baru. Program ini adalah suatu fasilitas yang dikelola oleh sejumlah staf dosen tertentu di perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Kementrian Koperasi dan UKM dengan menawarkan paket terpadu kepada pengusaha atau mahasiswa dan alumni dengan biaya terjangkau selama jangka waktu tertentu (2-3 tahun). Paket Program Inkubator Wirausaha Baru, meliputi (1) sarana fisik atau gedung dan fasilitas kantor yang dapat dipakai bersama, (2) kesempatan akses dan pembentukan jaringan kerja dengan jasa pendukung teknologi dan bisnis yang meliputi sumber daya teknologi dan informasi, sumber daya bahan baku dan sumber daya keuangan, (3) pelayanan konsultasi bisnis yang meliputi aspek teknologi dan manajemen, (4) pembentukan jaringan kerja antar pengusaha, (5) pengembangan produk penelitian untuk dapat diproduksi secara komersial. *

     

     

     

     

     

     

Berita Terkait