Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Membangun Tradisi Ilmiah di Prodi PBSI

    2015-04-30 11:22:32
    Images

    Membangun Tradisi Ilmiah di Prodi PBSI

     

    Sekitar 500 orang mahasiswa semester IV dan semester VI serta para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Uniflor menggelar dialog internal. Dialog berlangsung pada Jumat, 11 April 2014 di Ruang Pertemuan Latai 3, Kampus IV Uniflor. Karena keterbatasan kapasitas ruangan, mahasiswa semester II dan semester VIII PBSI belum terlibat, akan diatur dialog khusus pada kesempatan lain.

    Dialog bertujuan untuk mendapatkan masukan, mendiskusikan sejumlah hal penting yang menjadi perhatian bersama para dosen, mahasiswa, dan karyawan. Tujuan akhir dialog adalah menyatukan langkah dan bulatkan tekad bersama membangun tradisi ilmiah guna meningkatkan kualitas keilmuan di Prodi PBSI Uniflor ke depan.  

    Diawali dengan pemaparan Ketua Prodi PBSI Uniflor, Alexander Bala Gawen, S.Pd, M.Pd. Dipaparkan, pada saat ini jumlah dosen tetap PBSI sebanyak 24 orang, termasuk dosen yang masih kuliah S-2 dan S-3. Empat orang pegawai tetap. Jumlah mahasiswa PBSI yang aktif pada saat ini sekitar 1.000 mahasiswa, terbagi dalam 36 kelas.

    Prodi PBSI Uniflor memiliki gedung sendiri, tiga lantai, dengan kapasitas 8 ruang kuliah, satu ruang kantor, satu ruang laboratorium bahasa, satu ruang laboratorium microteaching, dan dua ruang tunggu. Lantai 3 berupa ruang terbuka yang dirancang khusus sebagai tempat kreativitas para mahasiswa dan dosen, misalnya untuk pementasan drama dan teater, pementasan baca puisi, latihan berpidato, dan berbagai pertunjukan seni dan sastra.  

     Usai pemaparan Ketua Prodi PBSI, dilanjutkan dengan dialog. Banyak mahasiswa dan dosen memanfaatkan kesempatan dialog ini, menyampaikan masukan dan usul-saran untuk peningkatan kualitas pembelajaran di Prodi PBSI Uniflor. Disepakati bersama agar dalam Prodi PBSI ini harus dibangun dan dikembangkan bersama-sama apa yang disebut tradisi ilmiah. Tradisi ilmiah adalah tradisi literasi, yakni tradisi baca-tulis. Intelektualitas seseorang diukur dari tradisi literasi ini. Inilah yang harus dibangun bersama-sama. (ani).(Suara Uniflor, Flores Pos, Sabtu,12/4/2014).

Berita Terkait