Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Menulis Abstrak dan Terjemahannya

    2015-04-18 07:06:14
    Images

    Menulis Abstrak dan Terjemahannya

                                                   

    Oleh Gratiana Sama, S.Pd, M.Hum

    Sekretaris UPT Publikasi dan Humas, dosen Program Studi Satra Inggris,

    Fakultas Bahasa dan Sastra,  Universitas Flores, Hp 085239747960

     

    Penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi yang mencakup tiga hal pokok, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat sebagaimana  tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 20, Ayat (2). Khusus di bidang penelitian, sivitas akademika diwajibkan menulis artikel ilmiah (bagi dosen) atau tugas akhir (bagi mahasiswa). Pada bagian awal tulisan ilmiah tersebut terdapat sebuah tulisan pendek yang disebut dengan nama “abstrak.”

    Menulis abstrak sebuah karya ilmiah bertujuan membantu pembaca terutama peneliti dan akademisi mengetahui isi singkat suatu artikel hasil penelitian atau berita terbaru sebuah artikel tanpa harus membaca keseluruhan teksnya. Apabila pembaca merasa cukup dengan membaca abstrak saja maka dokumen atau sumber aslinya tidak diperlukan. Sebaliknya, apabila pembaca tidak puas dengan membaca abstrak saja maka dia akan mencari sumber atau buku aslinya.

    Menurut Bhatia dalam Tseng (2008), abstrak adalah suatu deskripsi atau ringkasan faktual dari laporan panjang, dan dimaksudkan untuk memberi pembaca pengetahuan yang tepat dan singkat tentang suatu artikel. Sedangkan Berkenkotter dan Huckin dalam Emilia (2009) menyatakan bahwa abstrak memainkan peranan penting dengan beberapa alas an, yakni (1) mengedepankan informasi atau pernyataan-pernyataaan penting untuk dapat diakses dengan mudah, (2) berfungsi sebagai alat screening yang dapat membantu pembaca memutuskan apakah dia akan membaca seluruh artikel atau tidak, (3) memberi kerangka pembacaan artikel secara keseluruhan, dan (4) menyajikan ringkasan poin-poin utama dalam kaya ilmiah untuk dijadikan referensi kemudian.

    Oleh karena itu, tulisan abstrak lebih singkat, padat, dan akurat serta merupakan intisari suatu karya ilmiah atau laporan penelitian secara utuh sehingga mudah dipahami oleh pembaca yang memuat tujuan, metode, dan hasil penelitian tanpa disertai opini penulis. Jika karya ilmiah berbahasa Indonesia, abstrak biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris di mana abstrak yang dibuat dengan bahasa internasional (bahasa Inggris) dapat menolong para ilmuwan yang membaca artikel di seluruh dunia.

    Dalam kenyataannya, terkadang menulis abstrak sebuah karya ilmiah apalagi dalam bahasa Inggris menjadi satu kendala tersendiri bagi penulis terutama bagi yang tidak paham bagaimana membuat abstrak dan bagaimana menerjemahkannya dalam bahasa Inggris. Tak heran bagi yang kurang memahami bahasa Inggris akan menerjemahkan abstrak ke dalam bahasa internasional dengan menggunakan mesin terjemahan, yakni Google Translate.       

    Biasanya hasil terjemahan mesin Google Translate tersebut tidak menyentuh makna dari abstrak bahasa sumber (bahasa Indonesia) dan bahkan menjadi kurang berterima pada bahasa sasaran (bahasa Inggris). Dengan kata lain, Google Translate tidak bisa dijadikan andalan untuk menerjemahkan topik khusus.

    Misalnya bidang politik atau bidang ekonomi atau buaday, dengan kalimat yang panjang, karena setiap bidang memiliki istilah khas keilmuannya masing-masing, dan hanya dapat diterjemahkan dengan menggunakan jasa penerjemah (translator) yang menguasai kedua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) secara baik (sistem linguistik dan makna istilah di bidang ilmu tertentu dengan bantuan kamus istilah. Dengan demikian, abstrak bahasa Indonesia yang diterjemahkan dapat memiliki makna sepadan (equivalent) dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

    Untuk dapat menulis abstrak artikel ilmiah atau tugas akhir (skripsi) dalam bahasa Inggris, penulis hendaknya mengetahui format penulisannya, antara lain: panjang abstrak 150-250 kata, dengan menggunakan spasi satu. Pada umumnya abstrak terdiri dari tiga paragraf, yang pertama memuat ulasan singkat pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah hingga formulasi masalah. Kemudian pada paragraf kedua terdapat simpulan isi, sedangkan paragraf ketiga memuat ulasan singkat dari simpulan.

    Font dipakai menyesuaikan dengan tulisan karya ilmiah, biasanya 11 dan 12, sedangkan huruf umumnya dipakai adalah Times New Roman. Pada bagian bawah abstrak terdapat kata kunci, ditulis maksimum 5 frase. Jika mencantumkan lebih dari satu frase, maka  kata kunci yang satu dengan yang lainnya dipisahkan dengan koma.

    Para pembuat abstrak diharapkan menulis abstrak yang berkualitas, karena jika tidak pembaca akan memilih artikel atau dokumen yang kurang akurat. Abstrak yang baik dapat meningkatkan ketepatan pemilihan dokumen. Tanpa abstrak, peneliti atau akademisi hanya menebak isi dokumen sebelum membacanya.

    Secara umum ada beberapa jenis abstrak, yaitu (1) astrak informative, mengandung penelitian ilmiah, (2) abstrak Indikatif, tulisan yang tidak terstruktur rapi seperti tulisan ilmiah dalam bentuk esei, opini, atau dokumen panjang seperti buku, prosiding, atau direktori, (3)  abstrak kritis, dan (4) abstrak yang memakai sisi pandang khusus (slanted). Abstrak ke-3 dan ke-4 mengandung komentar evaluatif, baik tentang isi maupun gaya penulisan dan penyajian, dari si pembuat abstrak yang pakar di bidang ilmu tertentu.

    (Flores Pos, Sabtu, 30 Agustus 2014).

Berita Terkait