Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Pengabdian Ilmu Dosen Uniflor Di Desa Randotonda

    2017-08-31 12:35:30
    Images

    Pengabdian Ilmu Dosen Uniflor di Desa Randotonda

     

     

    Seminar : pemateri dari Unversitas Flores tampak memaparkan makalah pada masyarakat Desa Randotonda

               

    Dalam rangka Dies Natalis ke-37, Uniflor menyelenggarakan beberapa kegiatan, salah satunya pengabdian ilmu yang dikemas dalam bentuk seminar sehari di Desa Randotonda pada, Selasa (18/7). Kegiatan berlangsung di lapangan Desa Randotonda. Rombongan Uniflor diterima oleh Kepala Desa Randotonda Dominikus Nai.

    Pengabdian ilmu merupakan pelaksanaan dari pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya kepada masyarakat secara kelembagaan sebagai salah satu wujud dari tri dharma perguruan tinggi, yang dengan luhur bertanggung jawab memajukan masyarakat agar berkembang guna mempercepat kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

    Ruang lingkup pengembangan ilmu pengetahuan, seni dan budaya penyebarluasannya perlu diketahui masyarakat, dilakukan dengan cara cara seperti penyuluhan, seminar, workshop, atau menerbitkan media publikasi. Cara cara tersebut mesti disesuaikan dengan kebutuhandan keadaan masyarakat.

    Pengabdian Ilmu di Desa Randotonda dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Fransiskus Korosando, S.P., M.Pd sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis. Materi seminar dibawakan oleh dosen yang mewakili masing-masing fakultas sesuai bidang keilmuannya, antara lain Dr. Kanisius Rambut, M.Hum, Dr. Wilybrordus Lanamana, S.E., MMA, Mikael Wora, S.T.,M.T, Anna Maria, Gadi Djou, S.H.,M.Hum., Dr. Natsir B. Kotten.,M.Pd, dan Maria Aldelvin Londa, S.Kom, M.T. Peserta seminar antara lain Kepala Desa Randotonda dan aparat desa, Kepala Desa Ndetundora I, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, kepala sekolah TK, SD, dan SMP sedataran Ndetundora juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

    Kepala Desa Randotonda dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Uniflor atas kegiatan pengabdian ilmu dalam bentuk seminar yang baru pertama di desanya. “Saya bangga karena selama saya menjabat jadi kepala Desa Randotonda, baru kali ini ada seminar dari universitas yang dibuat di Ndetundora khususnya Desa Randotonda”. Menurutnya, Desa Randotonda mendapat penghargaan dari pemerintah karena tingkat kepedulian yang tinggi pada kaum perempuan, sehingga mendapat julukan “desa ramah perempuan”. Perempuan diberi ruang lebih untuk mengekspresikan diri.

    Hampir sebagian besar tingkat perekonomian di warga desa bergantung dari hasil pertanian dengan produksi ubi terigu yang lebih populer dengan sebutan “Ubi Nuabosi”. Dr. Willy Lanamana dalam sajian materinya menekankan pembangunan agribisnis di desa khususnya dalam menjaga produktivitas ubi terigu agar tetap terjaga. Willy yang adalah dosen pertanian melihat dari sisi penggunaan lahan penanaman ubi, yang menurut hasil penelitian apabila petani sekaligus juga pemilik lahan, maka produktivitas ubi akan lebih hasilnya daripada menggunakan sistem bagi hasil atau sewa lahan. (oca)

     

Berita Terkait