Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Peran Institusi dalam Pertumbuhan Ekonomi

    2015-04-16 16:11:03
    Images

    Peran Institusi dalam Pertumbuhan Ekonomi

     

    Oleh Sabra B. Wahab Thalib, S.E, M.Acc.

    Dekan Fakultas Ekonomi, Dosen Program Studi Akuntansi,

    Fakultas Ekonomi, Universitas Flores, Hp 081339217086

     

                Kata “institusi” sering disamakan artinya dengan “organisasi,” padahal institusi memiliki pengertian yang berbeda dengan organisasi. Dalam New Institutional Economics (NIE), institusi diartikan sebagai aturan formal dan informal beserta mekanisme penegakannya yang membentuk perilaku individu dan kelompok dalam masyarakat (North, 1990 dan Williamson, 1985). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001, halaman 436) institusi diartikan sebagai lembaga atau pranata. Sedangkan “organisasi” didefinisikan sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindak secara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama.

    Organisasi dan individu mencapai kepentingan mereka di dalam sebuah struktur institusi berupa aturan-aturan formal dan informal. Organisasi kemudian memiliki aturan internal untuk menangani permasalahan personalia, anggaran, pengadaan dan prosedur pelaporan, yang membatasi perilaku anggota organisasi mereka. Dengan demikian, institusi merupakan struktur insentif bagi perilaku organisasi dan individu.

    Menurut Williamson (2000) institusi memiliki empat tingkatan yang saling berhubungan timbal balik. Pertama, berhubungan dengan social theory yang merupakan institusi informal yang telah melekat dalam masyarakat, seperti tradisi, norma, adat-istiadat, dan sebagainya. Kedua, berhubungan dengan economics of property right atau positive political theory yang merupakan lingkungan institusi yang terdiri dari aturan main (hukum), politik, lembaga hukum, dan birokrasi. Ketiga, adalah transaction cost economics atau biaya transaksi, di mana tingkatan ini terdiri dari pelaksanaan kontrak, pengaturan, dan penegakannya yang semuanya tidak terlepas dari biaya transaksi. Keempat, adalah agency theory yang terkait dengan pengaturan sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM).

    Para ahli ekonomi telah memberikan beberapa konsep dan wawasan yang berguna untuk menganalisis dan merancang institusi yang sesuai. Ketidaksempurnaan informasi (asymmetric information) yang membawa kepada masalah hubungan principal agent. Ketidaksempurnaan informasi terjadi apabila salah satu atau lebih dari pihak yang bertransaksi memiliki informasi lebih tentang kualitas input, output, maupun tentang aspek-aspek ekonomi lain yang mana pihak lawan kesulitan untuk mengetahui informasi tersebut, misalnya terlalu mahal untuk mengakses informasi tersebut. Ketika informasi yang ada terlalu sering berubah, maka akan muncul kecenderungan terjadinya ketidaksempurnaan informasi.

    Jika seseorang yang memiliki kepentingan (principal) mendelegasikan suatu tanggung jawab kepada pihak lain (agent), di mana pada saat itu terjadi ketidaksempurnaan informasi. Permasalahan principal-agent dapat diatasi atau dikurangi dengan institusi yang menetapkan pengawasan efektif atau mekanisme feedback yang mana dapat membuat  kinerja dan hasil yang dicapai lebih transparan dan terukur. Idealnya, mekanisme pengawasan harus diiringi dengan mekanisme penegakan yang efektif memberikan hukuman (punishment) bila bersikap oportunistik dan memberikan penghargaan (reward) bila memiliki kinerja yang baik dan memuaskan.

                Strategi keluar dan kritik (exit and voice strategy) sebagai alat untuk memberikan feedback atau reaksi yang muncul akibat sebuah ketidakpuasan. Strategi keluar dan kritik merupakan bentuk strategi untuk meminimalkan kerugian akibat suatu tindakan oportunistik yang mungkin dilakukan pihak lawan dalam suatu transaksi. Strategi exit atau keluar dan mencari partner lain dilakukan bila terbukti pihak lawan bertindak tidak sesuai dengan kesepakatan semula. Namun dalam beberapa kondisi seringkali pilihan exit merupakan keputusan yang mahal atau sulit untuk diambil, sehingga pilihan exit tidak dilakukan. Pilihan strategi voice kemudian diambil, yaitu dengan mengundang pihak ketiga yang netral untuk memberikan nasihat atau pertimbangan-pertimbangan untuk menyelesaikan masalah agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. 

                Ada hubungan antara transaksi (transaction), hak milik (property right), kontrak (contract), dan mekanisme penegakannya (enforcement mechanism). Transaksi dalam ekonomi merupakan transfer hak milik suatu aset, barang maupun jasa. Pentingnya institusi pada kebijakan publik sangat dibutuhkan. Institusi penting untuk membangun pertumbuhan ekonomi jangka panjang karena institusi membentuk suatu struktur insentif (aturan) untuk menjalankan perekonomian. Institusi yang baik akan mendorongnya transaksi dilakukan dengan memperbaiki akses dan kualitas informasi dan mendorong tegaknya aturan.  

                Kredibilitas institusi sangat penting dalam pembangunan sosial ekonomi. Institusi yang baik haruslah memiliki aturan yang jelas, dikenal secara luas, dapat diterima secara luas, dapat diperkirakan (predictable), dapat dipercaya, disusun dengan benar dan dilaksanakan dengan benar. Adanya perubahan institusi membawa pada pertanyaan seberapa mungkin perubahan itu terjadi, bagaimana terjadinya, dan bagaimana menghadapinya.

               Faktor ekonomi politik sering menjadi penyebab yang menentukan sifat dan tingkat perubahan institusi dalam waktu dan siklus yang berbeda, dan mempunyai implikasi dari biaya transaksi. Sebagian besar transaksi selalu membutuhkan biaya yang sering disebut biaya transaksi (transaction cost). Di dalamnya termasuk biaya untuk mengumpulkan berbagai informasi tentang suatu barang dan jasa (harga, kualitas), informasi tentang partner transaksi (reputasi, track record), kualitas property rights yang akan dipindahkan, termasuk di dalamnya kerangka legalitas dan kontrak, desain biaya, pengawasan, dan penegakan aturan kontrak. (Flores Pos, Sabtu, 10 Mei 2014 ).   

     

Berita Terkait