Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Pesi Tenete dan Materi Peluang

    2018-04-09 11:43:46
    Images

    Pesi Tenete dan Materi Peluang

     

     

     

    Dalam kegiatan Seminar Nasional bertema Inovasi Pendidikan Matematika Berbasis Budaya yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Matematika, Universitas Flores (Uniflor), Sabtu (25/3/18), pada sesi diskusi paralel mahasiswa Prodi Matematika Derianus Mado Wittin memaparkan materi tentang Penerapan Etnomatematika Permainan Pesi Tenete Untuk Materi Peluang. Latar belakang penyusunan materi ini adalah Kurikulum 2013 sebagai penyempurna Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan pembelajaran secara interaktif, inspiratif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

    Pada kuadran awal Derianus menjelaskan tentang pesi tenete sebagai permainan tradisional anak wilayah Solor, Flores Timur. Permainan ini membutuhkan karet dan sebatang kayu dengan istilah pesi (menembak), tenete (tiang sebagai sasaran tembak), ancer (kegiatan melempar satu buah karet untuk menentukan giliran dalam menembak), dan ege (mengingat beberapa karet menjadi satu bagian). Setiap pemain melakukan ancer dengan jarak yang telah disepakati bersama. Setelah setiap pemain mendapat urutan pesi, mereka mengumpulkan karet (berjumlah sama untuk setiap pemain) kepada pemain yang mendapat giliran pertama untuk di-ege. Pemain yang mendapat giliran terakhir berhak menentukan jarak pesi. Intinya, para pemain melakukan pesi secara bergantian. Dan pemain yang berhasil memasukkan karet ke tenete dinyatakan sebagai pemenang.

    Ada 3 (tiga) hal yang mengaitkan pesi tenete dengan materi peluang yaitu menghitung peluang masing-masing pemain, menghitung peluang masuk atau tidaknya karet ke tenete, dan menghitung peluang jumlah karet setelah di-ege yang masuk ke dalam tenete. Setiap pemain dapat menghitung peluang mereka dalam permainan tersebut. Contohnya, ada 5 (lima) pemain, maka peluang masing-masing adalah 1/5, untuk dua orang pemain peluangnya 2/5 (sistem kelompok), dan seterusnya. Sedangkan perhitungan lain menggunakan rumus-rumus materi peluang.

    Matematika, yang selama ini dipandang sebagai pelajaran tersulit, ternyata menjadi lebih menyenangkan jika diinovasi menjadi pendidikan Matematika berbasis budaya. Ada banyak hal yang bisa dikaitkan antara budaya dengan Matematika, terlebih budaya lokal, salah satunya pesi tenete. (Suara Uniflor).

     

Berita Terkait