Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Semarak Diskusi Sastra NTT

    2015-05-12 07:42:30
    Images

    Semarak Diskusi Sastra NTT

     

              Selama lima hari, sejak Rabu (10/12) sampai Senin (15/12), Prodi  Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Uniflor menyelenggarakan diskusi sastra NTT di bawah topik  “Bedah dan Diskusi Puisi.” Kegiatan akademik ini menjadi semarak dan meriah karena diselingi pertunjukan seni lain, seperti musikalisasi puisi, deklamasi, bermain watak, menari, dan lain-lain yang berkaitan dengan seni berbahasa.

                Kegiatan dalam bentuk diskusi panel ini diselenggarakan mahasiswa semester III,  Kelas III/A sampai III/E, berlangsung di Selasar PBSI, Lantai 3 Gedung Prodi PBSI Uniflor. Diskusi panel ini sebagai aplikasi mata kuliah Kajian dan Apresiasi Puisi yang diampu dosen Imelda Oliva Wisang, S.Pd, M.Pd (nama lengkap Suster Wilda, CIJ). Semua puisi yang dibedah merupakan karya para sastrawan NTT.

                Hari pertama Rabu (10/12) membedah puisi Mario F. Lawi, sastrawan muda NTT yang puisinya sering muncul di harian Kompas dan Koran Tempo, berjudul “Tanahmu Api” dari buku puisi Poetae Verba (2013), dengan tema Perjuangan Mencari Keadilan. Penyelenggara mahasiswa semester III/C.       

                Hari kedua Kamis (11/12) membedah puisi Usman D. Ganggang berjudul “Nagariku Kuasai Nafsu” dari buku puisi Ketika Cinta Terbantai Sepi (2011), dengan tema Perjuangan Menuju Perdamaian, penyelenggara mahasiswa semester III/D.

                Hari ketiga Jumat (12/12) membedah puisi Wilda, CIJ, berjudul “Mencari Daulat” dari buku puisi Mengalirlah Sunyi (2013), dengan tema Kekuasaan yang Berdaulat, penyelenggara mahasiswa semester III/A.

                Hari keempat Sabtu (13/12) membedah puisi Bara Pattyradja “Selembar Dasi dan Sehelai Jas Politik” dari buku puisi Samudra Cinta Ikan Paus (2013), dengan tema Memperjuangkan Kebenaran, penyelenggara mahasiswa semester III/B.

                Hari kelima Senin (15/12) membedah puisi John Dami Mukese, sastrawan NTT pertama yang menerbitkan buku puisi, berjudul “Catatan Sabana Senja” dari buku Puisi-Puisi Jelata (1991), dengan tema Mempertahankan Eksistensi Budaya, penyelenggara mahasiswa semester III/E.

                Diskusi sastra hari terakhir mendapat sambutan meriah keluarga besar PBSI Uniflor karena peyair John Dami Mukese hadir menyaksikan puisinya dibedah para mahasiswa dan dosen. Beliau diberi kesempatan pula untuk menceritakan proses kreatif puisi tersebut. Hadir pula Ibu Mery de Ornay, seorang musisi kota Ende, alumnus PBSI Uniflor, yang mengiringi mahasiswa membawakan musikalisasi puisi, deklamasi, dan dalam acara nyanyi.

                Terlihat para dosen PBSI yang sering hadir, antara lain Alexander B. Gawen, Imelda Oliva Wisang, M.M. Bali Larasati, Theodorus Uheng, Yohanes Sehandi, Gregorius Weu, Maria Yulita Age, Rosa Dalima Bunga, Maria Magdalena Rini, Valentinus Bata, Maria Florina Serlin, dan Hawia Jumadin. (ani).(Suara Uniflor,Flores Pos,Sabtu,20/12/2014).

Berita Terkait