Fakultas & Program Studi


EVENTS

  • Workshop Pengembangan Kurikulum

    2016-05-26 09:40:18

    Revisi kurikulum merupakan proses yang wajar untuk mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan masyarakat, kemajuan jaman, dan kebijakan baru pemerintah. Guna menyongsong penerapan kurikulum pendidikan tinggi yang akan diimplementasikan September 2016, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores mengadakan Workshop persiapan pengembangan kurikulum 2016, pada 15–16 April 2016 di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat, yang diikuti seluruh dosen, dekan, ketua dan sekretaris program studi.

    Pematerinya dari Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Wiyanto, M.Si., dan Agung Yulianto, M.Si., serta dua pemateri dari Universitas Negeri Malang Dr. Subanji, M.Si, dan Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A. Tindak lanjutnya, masing-masing Prodi mengadakan rapat internal untuk menyusun kurikulum Prodi, demikian disampaikan Rektor Uniflor Prof. Dr. Stephanus Djawanai, M.A., saat membuka workshop.

    Secara teknis implementasi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi dengan pendekatan Kurikulum PerguruanTinggi (KPT) berbasis kompetensi mengacu pada penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai dengan Permendikbud RI Nomor 17 Tahun 3013. KKNI terdiri atas 9 jenjang kualifikasi, dimulai dari kualifikasi 1 sebagai kualifikasi terendah dan kualifikasi 9 sebagai kualifikasi tertinggi.” tegas  Yulianto. Lanjutnya, jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja.”

    KKN adalah kerangka penjejangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor sehingga perlu dilakukan analisis profil lulusan. Kurikulum sendiri menurut Permendikbud No. 49 Tahun 2014 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi. Menurut Dr. Subandji, regulasi pendidikan untuk menetapkan rumusan standar universitas perlu disusun terlebih dahulu kemudian menetapkan kurikulum, meliputi penentuan profil lulusan, penyusunan Learning out come, menyusun bahan kajian, menentukan mata kuliah, dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Perkuliahan Semester. “Mekanisme ini perlu ditempuh untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi (SNDIKTI) guna menjamin mutu pendidikan agar semua perguruan tinggi memiliki hukum minimal sesuai dengan SNDIKTI, bahkan mendorong semua perguruan tinggi melampaui SNDIKTI, “ tambah Prof. Dr. Wiyanto, M.Si dalam materi sesi berikutnya. (Oca)

    Opini telah diterbitkan  pada Rubrik Suara Uniflor,  Harian Umum Flores Pos edisi 23 April 2016. Rubrik dikelola oleh UPT Humas dan Publikasi Uniflor



Berita Terkait