Fakultas Ekonomi Lahirkan 145 Sarjana

Ditulis pada Selasa, 03 Sep 2019 oleh:
Pada Senin (9/2/2019), pukul 10.00 Wita, Fakultas Ekonomi Universitas Flores (Uniflor) menggelar kegiatan Yudicium Sarjana Periode Genap Tahun Akademik 2018/2019. Kegiatan yudicium berlangsung di Auditorium H. J. Gadi Djou dan mengangkat tema Lulusan Yang Berkarakter dan Memiliki Daya Saing di Era Revolusi Industri 4.0. Selain dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi Falentina Lucia Banda, S.E., M.Sc. beserta jajaran wakil dekan, dosen dan karyawan se-lingkup Fakultas Ekonomi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Uniflor Dr. Simon Sira Padji, M.A. beserta jajaran Wakil Rektor, serta tamu undangan. Turut hadir Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) Dr. Laurentius D. Gadi Djou, Akt.
 
 
Bioteknologi, Wisata Budaya, dan Wisata Kuliner
 
Dalam kesempatan tersebut hadir Dr. Reyna Virginia Nona, S.E., M.M.A. membawakan orasi ilmiah tentang bioteknologi. Reyna mengatakan bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang sesuai perkembangan peradaban manusia. Perkembangan kebutuhan manusia dipengaruhi oleh perkembangan peradaban manusia. Bagi sebagia orang, bioteknologi mungkin merupakan hal yang baru, namun proses bioteknologi sudah dilakukan sejak dahulu meskipun penerapannya masih terbatas pada bioteknologi yang konvesional.
 
Pada dasarnya prinsip-prinsip bioteknologi sudah dikenal atau dilakukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia seperti pembuatan tempe, kecap, keju, tape, dan lain sebagainya. Masyarakat Flores pun sejak dahulu sudah menerapkan prinsip-prinsip bioteknologi pada proses produksi pangan tradisionalnya. Penerapan bioteknologi konvensional yang berwujud makanan tradisional perlu dikembangkan. Hal ini sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya lokal yang tergambar dari aneka makanan tradisional atau makanan khas daerah. Terdapat beberapa makanan khas Flores yang terkenal yang pengolahannya menggunakan prinsip-prinsip bioteknologi diantaranya adalah Sui Wu’u, Wogi dan Koro ipu, dan lainnya yang masih harus digali.
 
Penggunaan garam dan tepung jagung pada lemak babi pada makanan Sui Wu’u merupakan penerapan prinsip bioteknologi. Garam digunakan untuk mengawetkan daging, sedangkan tepung jagung digunakan sebagai bahan yang membantu penyerapan minyak pada daging, melembutkan dan menghilangkan unsur racun pada daging. Bambu yang menjadi wadah penyimpanan Sui Wu’u harus tetap dalam keadaan tertutup untuk membantu proses penguraian daging, tepung, dan garam.
 
Pengembangan usaha pangan tradisional dengan memperhatikan tuntutan konsumen yang moderen yang memperhatikan keamanan pangan merupakan suatu peluang bagi pelaku usaha dalam menarik wisatawan ke Flores. Di sinilah peluang usaha bagi para pelaku usaha. Kreativitas dan ketekunan dalam memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada dapat menjadi modal dalam membangun perekonomian masyarakat dan daerah. Memperkenalkan makanan khas dengan memperhatikan aspek keamanan pangan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata ke Pulau Flores, namun untuk keberlanjutannya maka perlu dibukukan.
 
Menutup orasi ilmiahnya ada tiga hal yang disampaikan Reyna yaitu (1) ilmu ekonomi dapat diaplikasikan pada berbagai bidang, berkolaborasi dengan ilmu lain yang berkaitan, (2) prinsip-prinsip kekhasan dalam ilmu ekonomi dapat diterapkan pada berbagai bidang kehidupan, sehingga diharapkan agar peserta yudisium dapat dengan kreatif dan arif memanfaatkan berbagai peluang usaha yang ada dengan memanfaatkan ilmu dan prinsip ekonomi yang telah diperoleh selama kuliah, (3) bagi Lembaga dan dosen-dosen Uniflor, melalui kegiatan penelitian, penerapan visi Universitas Flores sebagai mediator budaya dapat dilakukan dengan memanfaatkan penerapan bioteknologi konvensional pada makanan tradisional sebagai warisan budaya perlu dikaji secara ilmiah agar dapat dibukukan dan dipatenkan.
 
 
Perjuangan Belum Berakhir
 
Mewakili peserta yudicium, Nardi Aban dalam sambutannya menghaturkan ribuan terima kasih yang tak terhingga kepada para pahlawan-pahlawan di Universitas Flores pada umumnya dan Fakultas Ekonomi pada khususnya. Ucapan selamat dan tepuk tangan yang meriah saat yudicium selayaknya diberikan kepada para pahlawan yaitu segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi yang selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada mahasiswa. Pada akhir sambutannya Nardi berpesan kepada teman-temannya untuk menjadi pejuang yang benar-benar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Karena sejatinya janganlah pernah menyerah ketika masih mampu berusaha.
 
 
145 Lulusan dan 3 Doktor Baru di Fakultas Ekonomi
 
Dekan Fakultas Ekonomi Falentina Lucia Banda, S.E., M.Sc. dalam sambutannya mengatakan bahwa Fakultas Ekonomi berdiri sejak 19 Februari 1998 dan sampai yudicium Periode Genap September 2019 telah menghasilkan 1109 alumni. Lulusan tahun 2019 sebanyak 145 orang yaitu Prodi Manajemen sebanyak 68 orang, Prodi Ekonomi Pembangunan sebanyak 5 orang, dan Prodi Akuntansi sebanyak 72 orang. Ini merupakan lulusan terbanyak sejak tahun 2002. Melihat jumlah mahasiswa dan jumlah lulusan yang meningkat menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Fakultas Ekonomi, sekaligus tantangan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.
 
Pada tahun 2019 pun Fakultas Ekonomi mendapat tambahan tiga Doktor yaitu Dr. Ernesta Leha, S.E., M.Agb., Dr. Reyna Virginia Nona, S.E., M.M.A., dan Dr. Hironimus, S.E., M.M.
 
Lebih lanjut Dekan Fakultas Ekonomi mengucapkan selamat kepada peserta yudicium yang telah berhasil menyelesaikan perkuliahan dengan penuh perjuangan Keberhasilan ini merupakan kebanggaan bersama. Yudicium bukan akhir dari perjalanan, akan tetapi awal lembaran baru untuk masuk ke ranah selanjutnya yakni dunia kerja. Persiapkan desain karier serta fokus pada desain itu. Karena suatu keberhasilan adalah komitmen diri dalam suatu bidang khusus yang lebih terarah. Peserta yudicium diharapkan mempunyai desain planning karier yang kuat dan jelas, karena terjun ke dunia kerja perlu pemantapan diri dalam suatu bidang pekerjaan.
 
Era revolusi industri 4.0. penuh dengan persaingan, baik teknologi informasi serta bidang pendidikan. Kompetensi, kreativitas, inovasi dan kemampuan berpikir kritis semakin diperlukan dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0.
 
 
Makan Siang Bersama dan Penutup
 
Kegiatan yudicium tersebut berakhir pada pukul 13.30 Wita diakhiri dengan makan siang bersama dan penutup.(2teh).
 
 
Cetak: Kategori: Berita
Bagikan:

KERJA SAMA UNIFLOR DAN KANWIL DJP NUSA TENGGARA

Rektor Universitas Flores (Uniflor) Dr. Simon Sira Padji, M.A. mengucapkan teri

KULIAH UMUM ADVOKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI PERGURUAN TINGGI

Kuliah umum dengan tema Advokasi Perlindungan Konsumen di Perguruan Tinggi ini

BAKTI SOSIAL “GO CLEAN, REDUCE, REUSE, RECYCLE, RE-DESIGN, RE-IMAGE”

Menyongsong 40 tahun Universitas Flores (Uniflor) pada 19 Juli 2020 mendatang, m


Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu
UNIVERSITAS FLORES
Jl.Samratulangi - Ende, Tel: (0381) 23874, 23873, 21536, Fax: (0381) 21536, email : universitasflores@uniflor.ac.id
Copyright © 2019

cms by Technophoria Indonesia