Yudisium 513 Sarjana Pendidikan

Ditulis pada Selasa, 03 Sep 2019 oleh:
Auditorium H. J. Gadi Djou dipenuhi sejumlah 513 peserta yudisium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor) pada Selasa (3/9/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FKIP Drs. Yosef Tomi Roe, M.A., beserta jajaran Wakil Dekan, Kaprodi dan Sekpro, serta dosen dan karyawan se-lingkup FKIP. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut bertema Sarjana Pendidikan Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0.
 
Peserta Yudisium Berasal dari 6 Program Studi
 
Prodi Pendidikan Fisika ditunjuk sebagai Panitia Pelaksana kegiatan yudisium dimaksud. Dalam laporannya Ketua Panitia Pelaksana yaitu Kaprodi Pendidikan Fisika Adrianus Nasar, M.Pd.Si. menyampaikan jumlah peserta yudisium sebanyak 513 yang terdiri dari Prodi Pendidikan Matematika 90 orang, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 82 orang, Prodi Pendidikan Ekonomi 84 orang, Prodi Pendidikan Sejarah 109 orang, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 90 Orang, dan Prodi Pendidikan Fisika 58 orang.
 
Sementara itu untuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yang didasarkan pada pedoman akademik Uniflor yaitu hasil perbandingan IPK dengan lamanya masa perkuliahan dalam satuan semester, masing-masing program studi adalah sebagai berikut: Prodi Pendidikan Matematika diraih oleh Maria Andriyanti dengan IPK 3,80, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diraih oleh Sri Wahyu Ningsih dengan IPK 3,77, Prodi Pendidikan Ekonomi diraih oleh Irman Wati Ahmad dengan IPK 3,80, Prodi Pendidikan Sejarah diraih oleh Inggrit dengan IPK 3,88, Prodi Pendidikan Guru Sekkolah Dasar diraih oleh Maria Kristina Inda dengan IPK 3,91, dan Prodi Pendidikan Fisika diraih oleh Virgilia Y. Sargaling dan Tresia Wali dengan IPK 3,91.
 
Mengakhiri laporannya Adrianus berharap agar peserta yudisium yang akan dikukuhkan oleh Dekan FKIP dapat menjadi Sarjana Pendidikan yang sesuai dengan Visi Uniflor yaitu Unggul, Beretika, dan Berintegritas sebagai Mediator Budaya, dan bersama-sama menjaga dan memperjuangkan motto Uniflor yaitu Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu.
 
SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0
 
Dosen Prodi Pendidikan Fisika Melkyanus Bili Umbu Kaleka, S.Pd., M.Pd., hadir membawakan orasi ilmiah berjudul Pendidikan Berkualitas Menjadikan SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0. Revolusi industri adalah perkembangan zaman yang diakibatkan inovasi atau terobosan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ditandai dengan cyber fisik dan kolaborasi manufaktur berbasis komputerisasi digital dengan sistem berbasis Internet of Things (IoT) yang terkoneksi secara mendunia. Di era revolusi industri 4.0. peran guru sebagai ujung tombak pendidikan harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang cepat. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi dan informasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan, sehingga dapat terwujudnya SDM yang unggul dan Indonesia maju.
 
Seorang guru harus selalu melakukan berbagai tindakan didikan seperti memberi teguran, memberikan pujian, dan yang terpenting adalah memberikan teladan langsung bagi peserta didik. Mendidik berarti identik dengan memberikan contoh yang nyata, contoh keteladanan yang dilakukan guru itu sendiri. Akan tetapi guru tidak boleh terlena dengan kondisi yang ada, guru harus terus up to date, harus terus meng-upgrade diri agar bisa menjadi guru masa kini dan masa depan yang mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.
 
Kriteria guru masa kini adalah (1) Berkarakter: sangat jelas bahwa tujuan pendidikan adalah menjadikan peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demoratis serta bertanggungjawab. (2) Memiliki keterampilan lebih: seorang guru di abad 21 haruslah kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif yang dikenal dengan istilah 4C. (3) Seorang guru harus melek dalam berbagai bidang, diantaranya adalah literasi finansial, literasi digital, literasi sains, literasi kewarganegaraan, dan kebudayaan. (4) Guru abad ini harus mampu melakukan penilaian secara komprehensif, penilaian tidak hanya terfokus pada aspek kognitif tetapi juga membaur terhadap berbagai keunikan dan keunggulan peserta didik. (5) Guru abad ini harus mampu melakukan autentic learning yang inovatif. (6) Guru harus reflektif yang mampu menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. (7) Guru adalah pembelajar yaitu guru ideal yang terus belajar dan mengembangkan diri setiap saat dan di manapun.
 
Di akhir orasinya Melky menyampaikan selamat atas kerja keras dan keberhasilan yang sudah dicapai oleh para peserta yudisium. Semoga cita-cita yang diimpikan dapat tercapai, dan yakin bahwa peserta didik tidak hanya menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga seelsai di waktu yang tepat.
 
Ucapan Terima Kasih dari Peserta Yudisium
 
Mewakili peserta yudisium hadir Tresia Wali salah seorang peraih IPK tertinggi dari Prodi Pendidikan Fisika yang juga pernah lolos seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) Tahun 2019 yang digelar di Makassar. Dalam sambutannya Tresia berharap agar ilmu dan juga semua pengalaman yang diperoleh di lembaga Uniflor dapat diaplikasikan dan dapat berguna bagi sesama.
 
Dinyatakan lulus tentu menimbulkan perasaan bahagia dan bangga atas perjuangan yang selama ini telah dilakukan, namun ini bukanlah akhir dari perjuangan peserta yudisium melainkan awal untuk menggapai apa yang telah dicita-citakan. Oleh karena itu dukungan dan do’a dari dosen sekalian selalu dibutuhkan agar peserta yudisium dapat menjadi pribadi yang senantiasa bertaqwa, sukses, serta mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan almamater serta nusa dan bangsa.
 
Pesan Dekan FKIP Untuk Peserta Yudisium
 
Jadilah obor dan keran di manapun berada. Hal itu dikatakan oleh Dekan FKIP Drs. Yosef Tomi Roe, M.A. Pada hari dikukuhkan secara resmi dan sudah menggunakan gelar Sarjana Pendidikan, berarti harus bisa menjadi contoh karena sebentar lagi peserta yudisium akan bergabung dengan warga masyarakat dan mungkin akan menemukan anggota masyarakat yang kurang berpendidikan. Maka, tugas peserta yudisium untuk menjadi obor dan keran bagi masyarakat di manapun mereka berada.
 
Selain itu, Dekan FKIP juga berpesan agar peserta yudisium dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Sampai dengan saat ini tamatan FKIP masih banyak yang menunggu tes CPNS atau pegawai/guru honor, dan kurang sekali yang berkreativitas untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Apabila ada dana dari orangtua, peserta yudisium diharapkan untuk bisa menciptakan lapangan kerja sendiri seperti membuka kios. Tidak perlu malu karena semua pekerjaan halal itu sama. Terkait dengan Ibu Kota Republik Indonesia yang akan dipindahkan ke Pulau Kalimantan, Dekan FKIP berpesan agar peserta yudisium jangan ragu untuk mengadu nasib bahkan hingga ke Pulau Kalimantan. Tidak harus menjadi guru, pekerjaan apapun yang bisa diperoleh akan sangat berguna.
 
Terakhir Dekan FKIP berpesan agar peserta yudisium mampu selalu menjaga nama baik Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) yang menaungi Uniflor di tengah-tengah masyarakat.
 
Foto Bersama, Hiburan, dan Makan Siang Bersama
 
Kegiatan terakhir dari yudisium tersebut adalah foto bersama dosen dan peserta yudisium dari masing-masing program studi, hiburan, dan makan siang bersama.(2teh).
Cetak: Kategori: Berita
Bagikan:

KERJA SAMA UNIFLOR DAN KANWIL DJP NUSA TENGGARA

Rektor Universitas Flores (Uniflor) Dr. Simon Sira Padji, M.A. mengucapkan teri

KULIAH UMUM ADVOKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI PERGURUAN TINGGI

Kuliah umum dengan tema Advokasi Perlindungan Konsumen di Perguruan Tinggi ini

BAKTI SOSIAL “GO CLEAN, REDUCE, REUSE, RECYCLE, RE-DESIGN, RE-IMAGE”

Menyongsong 40 tahun Universitas Flores (Uniflor) pada 19 Juli 2020 mendatang, m


Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu
UNIVERSITAS FLORES
Jl.Samratulangi - Ende, Tel: (0381) 23874, 23873, 21536, Fax: (0381) 21536, email : universitasflores@uniflor.ac.id
Copyright © 2019

cms by Technophoria Indonesia