Uniflor Raih Juara Harapan I Lomba Tari Se-Indonesia Dalam Lingkup LLDIKTI Wilayah VIII

Ditulis pada Jumat, 06 Sep 2019 oleh:

Sejumlah 4 mahasiswi Universitas Flores (Uniflor) meraih Juara Harapan I Lomba Tari dari kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Se-Indonesia di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Tahun 2019 yang diselenggarakan pada Jum’at s.d. Sabtu (30-31/8/2019) di Aula LLDIKTI Wilayah VIII, Kota Denpasar, Bali. Prestasi ini tentu sangat membanggakan Uniflor mengingat jumlah peserta yang mengikuti lomba sebanyak 27 (dua puluh tujuh) dari berbagai perguruan tinggi dalam wilayah LLDIKTI Wilayah VIII. 4 mahasiswi yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Nelly Aulia Putri Anastya dari Prodi Akuntansi, Mariana Catsia Susana Fernandez dari Prodi Manajemen, Maria Noviana Ngga’a dan Natalia Uha Mudamakin dari Prodi Sistem Informasi. Keempatnya didampingi oleh perwakilan dari Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) sekaligus penata rias Maria Yulianti Heppy Diana, utusan Uniflor (Konseptor) Chrisostomus A. G. Kapo, dan penata tari dan kostum Ferdinandus Radja.

Selain Lomba Tari, Pekan Seni Mahasiswa Se-Indonesia di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII Tahun 2019 juga menggelar Lomba Nyanyi. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan minat, bakat dan kemampuan mahasiswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kemahasiswaan di perguruan tinggi khususnya di bidang seni serta meningkatkan dan mengembangkan apresiasi seni di kalangan mahasiswa untuk memperkaya khasanah seni bangsa Indonesia yang dapat memperkuat daya saing bangsa, menjalin kerja sama antara mahasiswa dari berbagai daerah untuk mempererat rasa persaudaraan dalam rangka keutuhan NKRI.

 

Tarian Du’e Fude (Kisah Pahlawan Dibalik Layar)

Chrisostomus A. G. Kapo mengatakan bahwa tarian yang berjudul Du’e Fude tersebut dilatari penata musik oleh Harry Ndb, Tino James Tiba, dan Ian Seda. Tarian ini melukiskan tentang sosok Ibu Inggit yang setia menemani Bung Karno selama melewati masa pembuangan di Ende pada tahun 1934 s.d. 1938. Sebagai isteri dari Tokoh Nasional dan Bapak Bangsa bagi Bangsa Indonesia yang merenungkan dan merumuskan Pancasila, Kota Ende menjadi tempat bersejarah saat Ibu Inggit memainkan peran penting dibalik layar untuk membantu Bung Karno selama masa pengasingan hingga menemukan butir-butir Pancasila.

Ibu Inggit juga menjadi tokoh penting yang memberikan peneguhan dan membangkitkan semangat wanita-wanita Ende yang kokoh, kuat, dan perkasa saat merelakan suaminya dipilih untuk mengangkat senjata melawan penjajah. Atas dasar tersebut, maka tarian tersebut diberi nama Tarian Du’e Fude yang berarti perempuan kokoh, kuat, tegar, dan penuh semangat. Kaum perempuan seperti Ibu Inggit inilah yang disebut Pahlawan Dibalik Layar.

Lebih lanjut Chrisostomus menjelaskan Tarian Du’e Fude terbagi atas tiga bagian dengan latar musik berbeda yang mendukung alur cerita. Bagian pertama melukiskan keseharian wanita Ende saat menapis beras sebelum memasak, kegiatan menenun, serta menggambarkan indahnya kedamaian sebelum masa penjajahan. Bagian kedua melukiskan suasana awal kekacauan saat penjajah menginjakkan kakinya di Kota Ende, dimana ada rasa penolakan atas hak kebebasan yang dirampas. Sedangkan bagian ketiga melukiskan ketakutan dan kesedihan yang mendalam saat peperangan terjadi, sehingga kaum lelaki harus dipanggil untuk bersatu melawan penjajah. Pada bagian ini, sosok Ibu Inggit ditampilkan untuk memberikan kekuatan pada kaum wanita Ende supaya tetap kuat dan kokoh dalam mendukung kaum pria agar tetap semangat melawan penjajah demi memperjuangkan kemerdekaan.

 

Ruang Ekspresi Menunjukkan Bakat

Selain bangga menjadi utusan dari Uniflor untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Se-Indonesia di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII Tahun 2019, Chrisostomus mengaku bangga karena dapat memperkenalkan budaya Ende Lio kepada kalangan yang lebih luas. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang ekspresi bagi mahasiswa untuk menunjukkan bakat, meningkatkan dan mengembangkan apresiasi seni dan kemampuannya dalam mengasah diri untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan budaya daerah sebagai karakter dan kekayaan bangsa sesuai dengan visi dan misi Uniflor sebagai mediator budaya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi suatu wadah bagi Uniflor untuk mampu bersaing dengan universitas dan/atau perguruan tinggi lain secara positif, serta menjadi poin penting dan nilai tambah dalam bidang kemahasiswaan terutama dalam proses akreditasi Uniflor.

 

Kegiatan Yang Berkelanjutan

Pekan Seni Mahasiswa Se-Indonesia di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII ini akan diselenggarakan setiap tahunApapun hasil yang telah diraih pada tahun 2019, diharapkan agar Unifor melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dapat merekomendasikan kegiatan ini sebagai program/agenda kerja tahunan bidang Kemahasiswaan Uniflor. Oleh karena itu perlu dilakukan penjaringan dan seleksi mahasiswa/i Uniflor sebagai proses persiapan jangka panjang untuk mengikuti perlombaan di tahun berikutnya.

Selamat kepada tim yang telah mewakili Uniflor baik penari maupun pendamping yang telah mengharumkan nama Uniflor. Satukan langkah bulatkan tekad, menuju Uniflor bermutu!(2teh).

Cetak: Kategori: Berita, Kegiatan Mahasiswa
Bagikan:

KERJA SAMA UNIFLOR DAN KANWIL DJP NUSA TENGGARA

Rektor Universitas Flores (Uniflor) Dr. Simon Sira Padji, M.A. mengucapkan teri

KULIAH UMUM ADVOKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN DI PERGURUAN TINGGI

Kuliah umum dengan tema Advokasi Perlindungan Konsumen di Perguruan Tinggi ini

BAKTI SOSIAL “GO CLEAN, REDUCE, REUSE, RECYCLE, RE-DESIGN, RE-IMAGE”

Menyongsong 40 tahun Universitas Flores (Uniflor) pada 19 Juli 2020 mendatang, m


Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu
UNIVERSITAS FLORES
Jl.Samratulangi - Ende, Tel: (0381) 23874, 23873, 21536, Fax: (0381) 21536, email : universitasflores@uniflor.ac.id
Copyright © 2019

cms by Technophoria Indonesia