SARJANA PENDIDIKAN BERKUALITAS DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Ditulis pada Jumat, 27 Sep 2019 oleh:

PENDIDIK BERKUALITAS MENJADIKAN SDM UNGGUL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Orasi Ilmiah oleh : Melkyanus Kaleka, S.Pd., M.Pd.

Disampaikan saat Yudicium Sarjana Pendidikan pada Selasa, 3 September 2019

'

 

Saat ini kita diera revolusi industri 4.0 yang memiliki gelombang besar mempengaruhi seluruh dimensi kehidupan. Siapapun kita akan merasakan energi getarannya, dan jadikanlah itu sebagai peluang, guna menciptakan SDM yang unggul.

Revolusi industri adalah perkembangan zaman yang diakibatkan inovasi atau terobosan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Revolusi industri dimulai dari industri 1.0 ditadai sebuah mekanisme produksi untuk menunjang efektifitas dan efisiensi aktivitas manusia, industri 2.0 ditandai dengan produksi massal dan standarisasi mutu. 3.0 ditandai dengan penyesuaian massal dan fleksibilitas manufaktur secara otomatis dengan robot. Sedangkan di industri 4.0 ditandai dengan cyber fisik dan kolaborasi manufaktur berbasis komputerisasi digital dengan sistem berbasis internet of Things (IoT) yang terkoneksi secara mendunia.

Era industri 4.0 dikatakan sebagai era disrupsi teknologi karena otomatisasi dan konektivitas di semua bidang mengakibatkan sebuah tantangan persaingan kerja menjadi tidak linear.Semakin sedikitnya jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan di masa yang akan datang.

Sejalan dengan tema yang diusung pemerintah dalam merayakan kemerdekaan RI ke-74 yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju, untuk itu pemerintah harus fokus dalam meperbaiki kualitas SDM melalui pendidikan, karena pendidikan tempat pembentukan suatu karakter dan pengetahuan anak.

Guru sangat penting dalam pendidikan, karena guru pelaksana dalam pembelajaran sehingga menjadi tantangan bagi guru menyiapkan pembelajaran yang dapat menciptakan SDM yang siap bersaing, dengan memiliki intelektual yang cerdas, unggul, dan memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam mengelola sumber informasi yang akan dihadapi.

Di era revolusi industri 4.0 peran guru sebagai ujung tombak pendidikan harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang cepat. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi dan informasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan, sehingga dapat terwujudnya “SDM yang unggul dan Indonesia maju”.

Meskipun pergerakan teknologi informasi yang terus mengalami percepatan, dan sumber-sumber belajar yang sangat mudah diperoleh, namun peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut.

Seorang guru harus selalu melakukan berbagai tindakan didikan seperti memberi teguran, memberikan pujian, dan yang terpenting adalah memberikan teladan lagsung bagi PD. Mendidik berarti identik dengan memberikan contoh yang nyata, contoh keteladanan yang dilakukan guru itu sendiri.

Akan tetapi guru tidak boleh terlena dengan kondisi yang ada, guru harus terus up to date, harus terus meng-upagrate diri agar bisa menjadi guru masa kini dan masa depan yang mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.

Seperti apakah guru yang dibutuhkan pada masa kini?

Kriteria guru masa kini ADALAH;

1. Berkarakter; sangat jelas bahwa tujuan pendidikan adalah menjadikan PD yang beriman dan bertagwa kepada TYME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadai warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk itu guru juga HARUS memiliki karaktaer tersebut.

2. Memiliki keterampilan lebih; Seorang guru di abad 21 haruslah kristis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.(dikenal dengan istilah 4c).

3. Kemampuan literasiSeorang guru harus melek dalam berbagai bidang, diantaranya adalah literasi finansial, literasi digital, literasi sains, literasi kewarganegaraan, dan kebudayaan.

4. Guru abad ini harus mampu melakukan penilaian secara komprehensif, penilaian tidak hanya terfokus pada aspek kognitif tetapi juga membaur terhadap berbagai keunikan dan keunggulan PD. Guru masa kini harus mampu menjadi assesment desainer instrumen yang menggambarkan keunikan PD.

5. Guru abad ini harus mampu melakukan autentic learning yang inovatif. Seorang guru harus mampu mejadikan sekolah sebagai jendela dunia sehingga PD mampu mengenali dunia. Untuk itu guru harus mampu menyajikan pembelajaran yang joyfull and inovatif learning yakni pembelajaran yang memadukan hands on and mind on, problem based learning and project based learning.

6. Guru harus reflektif. Guru yang reflektif adalah guru yang mampu menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Guru yang reflektif mampu mengoreksi strategi pembelajaran, metode, atau pendekatannya agar sesuai dengan kebutuhan siswa.

7. Guru adalah pembelajar; guru pembelajar adalah guru ideal yang terus belajar dan mengembangkan diri setiap saat dan dimanapun. Melalui guru pembelajar akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat. Guru pembelajar adalah guru yang terus menerus belajar selama ia mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, oleh karena itu ketika seorang guru memutuskan untuk BERHENTI atau tidak mau belajar maka pada saat itu dia berhenti menjadi seorang guru.

Guru adalah seorang pendidik. Seorang pendidik mencintai didikan.“BERPEGANGLAH PADA DIDIKAN, JANGANLAH MELEPASKANNYA, PELIHARALAH DIA, KARENA DIALAH HIDUPMU” (AMSAL 4: 13).

Kita ketahui bersama, bahwaFOKUS utama Jokowi-Maruf dalam periode pemerintahan 5 tahun ke-depan adalah MENCIPTAKAN SDM YANG UNGGUL. Untuk itu PENDIDIK (baik Guru maupun Dosen) memiliki tanggung jawab besar untuk mewujudkan harapan tersebut.

APAKAH SAUDARA SUDAH MEMIKIRKAN INI?

APAKAH SAUDARA DAN SAYA SUDAH MERPERHITUNGKAN INI DALAM 5 TAHUN KE DEPAN?

APAKAH KITA SIAP?

INI ADALAH TANTANGAN, TANTANGAN YANG BISA DITRASFORMASIKAN MENJADI PELUANG KERJA. TANTANGAN YANG TENTUNYA BISA JADI KEUNTUNGAN.

Anda harus berani melakukan perubahan, berani melakukan perubahan besar

Beranilah keluar dari posisi dan kondisi nyaman.

Bisa dimulai dengan BERHENTI menerima gaji dari orang tua.

Saya YAKIN Kalian PASTI BISA......

Seorang pendidik harus mampu merubah tantangan menjadi peluang;

Salah satu tantang guru di era revolusi industri 4.0 adalah mengatasi penyakit TBC (Tidak Bisa Computer). Jangan sampai timbul istilah, PESERTA DIDIK era industri 4.0 diajar guru 3.0 atau guru 2.0atau guru 1.0. Jika demikian maka pendidikan kita akan terus tertinggal dibandingkan negara-negara lain, atau INDONESIATIMUR terus tertinggal dibandingkan INDONESIA BAGIAN BARAT atau bagian TERLUAR dengan PUSAT.

SEHARUSNYA Indonesia Timur lebih maju dari Indonesia Barat, SERAHUSNYA Dunia Timur jangan terus tertinggal dibandingkan Dunia Barat. Negara JEPANG dijuluki sebagai Negeri Matahari terbit,BUKANLAH sekedar istilah.

KITA PERCAYA BAHWA ORANG MAJUS DATANG DARI TIMUR, BUKAN DARI BARAT.

Kita harus SEGERA SADAR, waktu bangun kita memang terdahulu, akan tetapi durasi tidur kitalah yang terlalu lama. Oleh karena itu umur kita sebenarnya SETENGAH DARI umur hidup sesungguhnya.Sehingga tidak heran jika kita selalu tertinggal.

Problem PENDIDIK sering kali ingin dimengerti anak didiknya. Pada hal gurulah yang harus mengerti dan memahami kondisi peserta didik. Guru HARUS MAMPU menyampaikan mata pelajaran agar dimengerti dan di dipahami oleh PESERTA DIDIK. Untuk itu, seorang guru harus memiliki pengetahuan yang mumpuni yang bisa disebar luaskan ke para muridnya agar mereka menjadi lebih berwawasan dan akhirnya bisa bersaing di dunia internasional.

Guru diharapkan mampu untuk mengindentifikasi, menggali dan mengoptimalkan potensi anak didik. Disini, seorang guru harus pintar membaca perilaku anak didik agar sesuatu yang diterapkan dapat dijalankan sesuai yang diharapkan.

Guru membantu anak didik untuk mampu menyaring pengaruh-pengaruh negatif yang ada di lingkungan, termasuk di dunia maya. Hal ini dilakukan agar anak didik dapat bersikap bijak dalam memanfaatkan tren teknologi masa kini.

Guru membantu siswa menjadi subyek dalam proses pembelajaran, menjadi teman diskusi dan juga bertukar pikiran. Dengan cara ini, anak didik diharapkan lebih bisa berinovasi dalam berbagai hal untuk kemajuan dirinya sendiri atau untuk mengharumkan bangsa.

SEORANG Guru HARUS mampu menghubungkan anak didik dengan sumber-sumber yang beragam, baik di dalam maupun di luar sekolah. Sehingga bisa mengasah jiwa sosial yang ada dalam diri anak didik.

Dengan peran ini, diharapkan nantinya guru mampu menyiapkan anak didik untuk memiliki kecakapan abad 21, yakni KECAKAPAN 4C: Critical Thinking (berpikir kritis dan analitis), Creative dan Innovative (kreatif dan inovatif), Communicative (komunikatif), dan Collaborative (kolaboratif).

Selamat atas kerja keras dan keberhasilan yang sudah kalian capai. Semoga cita-cita yang diimpikan dapat tercapai, dan YAKINLAH kalian bukan hanya menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga SELESAI DIWAKTU YANG TEPAT.

Cetak: Kategori: Berita, Opini
Bagikan:

PERINGATI HARI IKAN NASIONAL KOBER YAPERTIF GELAR KEGIATAN MAKAN IKAN BERSAMA

Hari Ikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 November ditetapkan oleh P

DUA MAHASISWA UNIFLOR MERAIH JUARA SEBAGAI DUTA JAMBORE PEMUDA INDONESIA NTT 2019 DAN MISS EARTH NTT 2019

Thomas E. D. Marang atau lebih akrab disapa Abang, mahasiswa Prodi Sistem Inform

PRODI PENDIDIKAN EKONOMI UNIFLOR GELAR PELATIHAN BLOG DAN VLOG

Pada Senin dan Selasa (18-19/11/2019) Prodi Pendidikan Ekonomi pada Fakultas Keg


Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu
UNIVERSITAS FLORES
Jl.Samratulangi - Ende, Tel: (0381) 23874, 23873, 21536, Fax: (0381) 21536, email : universitasflores@uniflor.ac.id
Copyright © 2019

cms by Technophoria Indonesia