DISKUSI RENCANA KERJA SAMA AMAN DENGAN UNIFLOR

Ditulis pada Kamis, 02 Apr 2020 oleh:

Pada Jum’at (21/02/2002), pukul 10.30 Wita, berlangsung kegiatan diskusi rencana kerja sama antara Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Nusa Bunga (Flores, Lembata, Alor) dengan Universitas Flores (Uniflor). Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Uniflor Dr. Ernesta Leha, S.E., M.Agb., Pelaksana Harian Kantor Kerja Sama Uniflor Gartiana Sama, S.Pd., M.Hum., Pelaksana Harian Pusat Pariwisata (Puspar) Uniflor Daniel Wolo, S.Pd., M.Pd. beserta jajarannya, Dekan Fakultas Hukum Christiana Sri Murni, S.H., M.Hum., Ketua BPH AMAN Wilayah Nusa Bunga Philipus Kami beserta jajarannya. Diskusi rencana kerja sama yang bertempat di ruang rapat Puspar Uniflor tersebut membicarakan kegiatan Rakernas AMAN yang akan diselenggarakan di Kota Ende dan Kampung Saga pada Maret 2020.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama mengatakan bahwa kerja sama yang akan terjalin ini juga menjadi konsentrasi pihak akademisi, karena selain menjadi mediator budaya, Uniflor juga berkonsentrasi pada masyarakat adat. Sementara itu Dekan Fakultas Hukum mengatakan bahwa dari tema yang diangkat, akan bersinggungan dengan hubungan antara masyarakat adat dengan peraturan perundang-undangan tentang kepemilikan tanah atau pengurusan tanah terutama tanah adat di mana terjadinya pembangunan oleh pemerintah yang bertentangan dengan hak-hak masyarakat adat. Hal ini tentu bertentangan dengan Pasal 28i ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yaitu identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan beradaban.

MEMPERTAHANKAN HAK MASYARAKAT ADAT

Dalam wawancara terpisah oleh Tim UPT Publikasi dan Humas Uniflor, Ketua BPH AMAN Wilayah Nusa Bunga Philipus Kami mengatakan bahwa terkait dengan rencana Rakernas secara eksternal pihaknya akan terus menjaring kerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan perguruan tinggi untuk sama-sama membangun dan berjuang demi kepentingan masyarakat adat. Selain itu juga dilakukan evaluasi eksternal antara lain tentang kebijakan pemerintah dari pusat sampai daerah, serta kebijakan-kebijakan yang mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat adat yang selama ini terabaikan oleh peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut Philipus menjelaskan bahwa tidak hanya masyarakat adat dan dinamikanya yang menjadi perhatian AMAN tetapi juga kepentingan keberagaman bangsa dan juga kepentingan lingkungan hidup dalam konteks keseimbangan antara hidup manusia dengan alam. Sehingga AMAN dan pihak-pihak yang turut bekerja sama akan terus berjuang untuk mengembalikan sistem kearifan nenek moyang. Salah satu contoh yang diambil adalah membuka ladang dengan berbagai tata cara seremonial yang dengan nilai-nilai religius. Sehingga nilai-nilai tersebut dapat dipertahankan untuk diwariskan peada anak dan cucu.

Di sisi lain, AMAN terus mendorong pemerintah-pemerintah daerah untuk menyusun peraturan perundang-undangan tentang pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat di seluruh Indonesia. Hal ini harus dilakukan paska Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 yang secara tegas disebutkan bahwa hutan adat adalah hutan yang berada di wilayah adat, dan bukan lagi hutan Negara. Dua peraturan menyusul Putusan MK tersebut di atas antara lain Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 32 Tahun 2015 tentang Hutan Hak. Namun belum semua pemerintah baik tingkat provinsi, kabupaten, dan kotamadya yang mengimplementasikan Putsan MK tersebut antara lain melalui perda.

Melalui Rakernas Philipus berharap para pejabat yang berkepentingan dengan peraturan perundang-undangan yang hadir dapat mendengar langsung tangisan masyarakat adat yang secara keseluruhan belum diperhatikan oleh pemerintah. Serta melalui Rakernas ini dapat melahirkan sistem perencanaan baru di pemerintahan yaitu mendorong lahirnya peraturan daerah, serta kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat adat. Selain itu AMAN juga mendorong pariwisata berbasis budaya, tetapi diharapkan industri pariwisata tidak menjadi sarana baru untuk pelemahan masyarakat adat. Kerja sama dengan perguruan tinggi dalam hal ini Uniflor diharapkan dapat mewujudkan harapan bersama demi mempertahankan hak-hak masyarakat adat.

KETERLIBATAN UNIFLOR DALAM RAKERNAS AMAN

Pelaksana Harian Puspar Uniflor mengatakan bahwa keterlibatan Uniflor dalam rencana kerja sama dengan AMAN tidak saja diwakili oleh Puspar dan Kantor Kerja Sama tetapi juga oleh unit dan prodi yang ada antara lain LP2M, Prodi Ilmu Hukum, dan Prodi Sejarah. Selama ini AMAN hanya bekerja sama dengan Fakultas Hukum tetapi untuk skala Rakernas dibutuhkan lebih banyak sumber daya manusia baik dari tingkat perencanaan hingga pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Keterlibatan Puspar disambut baik karena adat dan budaya juga mempunyai kaitan dengan pariwisata terutama pariwisata Flores bukan hanya menjual wisata alam tetapi juga wisata budaya dan adat. Lebih lanjut Pelaksana Harian Puspar Uniflor mengatakan bahwa MoU kerja sama masih sedang disusun namun ia berharap diskusi tentang kerja sama antara AMAN dengan Uniflor dapat membuahkan hasil yang baik demi kepentingan masyarakat adat yang ada baik di Kabupaten Ende maupun di Provinsi NTT.(2teh).

Komentar: 0 Cetak: Kategori: Berita, Berita Kampus
Bagikan:

PEDULI MASYARAKAT, PRODI AKUNTANSI MEMBAGI 500 MASKER KAIN

Pada Jum’at (18/4/2020) Prodi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas

MELALUI E-LEARNING DOSEN LEBIH BERTANGGUNGJAWAB, DISIPLIN, DAN KREATIF

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Flores (Uniflor) sejak semester sebelum

PERTAMA KALI DI UNIFLOR UJIAN PROPOSAL SKRIPSI ONLINE OLEH PRODI PENDIDIKAN FISIKA

Pada Jum’at (27/3/2020) dan Rabu (01/3/2020) sejumlah 16 (enam belas) maha


Tinggalkan Komentar


Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu
UNIVERSITAS FLORES
Jl.Samratulangi - Ende, Tel: (0381) 23874, 23873, 21536, Fax: (0381) 21536, email : universitasflores@uniflor.ac.id
Copyright © 2020

cms by Technophoria Indonesia