PEMBUKAAN PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA KERJA SAMA UNIFLOR DENGAN KEMENRISTEK DI DESA RANDOTONDA

Ditulis pada Kamis, 02 Apr 2020 oleh:

Selain Pengajaran dan Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan baik oleh dosen maupun oleh dosen bersama-sama dengan mahasiswa. Pada Senin (24/2/2020) bertempat di Desa Randotonda, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, berlangsung kegiatan Pembukaan Pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra yang merupakan salah satu wujud dari PKM. Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Randotonda merupakan hasil kerja sama antara Universitas Flores (Uniflor) dengan Kemenristek.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Randotonda, pukul 10.00 wita tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Dr. Ernesta Leha, S.E., M.Agb., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) sekaligus anggota tim Program Pengembangan Desa Mitra Dr. Laurentius D. Gadi Djou, Akt., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarat (LP2M) Uniflor sekaligus Ketua Program Pengembangan Desa Mitra Dr. Willybrordus Lanamana, MMA., anggota tim Program Pengembangan Desa Mitra Yohanes Pande, S.H., M.H. dan Kristono Yohanes Fowo, S.P., M.P., Camat Ende Herman Yosef F. Teku, S.E. beserta jajarannya, Kepala Desa Randotonda Eduardus Misa beserta jajarannya, tokoh adat/mosalaki, tokoh masyarakat, serta anggota kelompok tani dan kelompok ternak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisi III DPRD Ende Stefanus Bidi.

Kegiatan dibuka dengan sambutan-sambutan dan Laporan Ketua Tim Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Randotonda, dilanjutkan dengan penyerahan barang bantuan Program Pengembangan Desa antara lain bibit kacang tanah dan peralatan pertanian secara simbolis, peletakan batu pertama rumah kompos dengan seremonial adat, serta kegiatan hela jo yaitu membajak sawah beramai-ramai oleh kelompok tani, dan diakhiri dengan makan siang bersama.

UCAPAN TERIMA KASIH KEPALA DESA RANDOTONDA

Kepala Desa Randotonda dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas Program Pengembangan Desa yang dilakukan di wilayah kepemimpinannya. Ia berharap kelompok tani yang terdiri atas 25 (dua puluh lima) orang dan kelompok ternak yang terdiri atas 20 (dua puluh orang) dapat berjalan dan berkembang demi kemajuan desa. Desa Randotonda sendiri berbatasan dengan Kelurahan Rewarangga (Timur), Desa Ndetundora 3 (Barat), Desa Randorama (Utara), dan Desa Ndetundora 1 (Selatan). Dengan luas wilayah sekitar 5.000 (lima ribu) meter persegi, Desa Randotonda mempunyai 210 (dua ratus sepuluh) KK dan KK miskin sejumlah 74 (tujuh puluh empat). Sedangkan jumlah penduduk adalah 836 (delapan ratus tiga puluh enam) orang.

AGRIBISNIS UBI NUABOSI

Dalam sambutannya, Ketua Tim Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Randotonda mengatakan bahwa latar belakang terwujudnya kegiatan ini bertolak dari kegiatan PKM Uniflor pada tahun 2016. Catatan kritis yang dikumpulkan menyimpulkan ubi kayu Nuabosi sudah menjadi komoditas unggulan Kabupaten Ende tetapi produktivitas belum mengalami perubahan. Oleh karena itu nilai tambah perubahan bentuk juga belum pernah dilakukan oleh masyarakat petani. Ubi kayu yang selama ini dijual oleh petani 100% masih dalam bentuk mentah. Selain itu, pada tahun 2016 banyak petani di Nuabosi secara umum, khususnya Desa Randotonda, yang beralih usaha dari ubi kayu Nuabosi ke tanaman lain seperti cengkeh. Berdasarkan catatan tersebut, dilanjutkan diskusi terkait pendampingan yang dilakukan oleh Unilfor di Desa Randotonda, bersama-sama dengan masyarakat mencoba untuk menemukan solusi dan menyelesaikan persoalan.

Setelah pada tahun 2016 dilakukan survei, maka pada tahun 2017 dan tahun 2018 tim pelaksana mengirimkan proposal kepada Kemenristekdikti. Dua kali proposal tersebut dievaluasi dan ditolak dengan alasan teknis, maka pada tahun 2019 setelah melalui tahap evaluasi dan visitasi, proposal tersebut disetujui oleh Kemenristekdikti.

Pelaksanaan kegiatan dari proposal yang disetujui tersebut akan berjalan selama 3 (tiga) tahun yaitu 2020 s.d. 2022. Payung besarnya adalah agribisnis ubi kayu Nuabosi. Sementara itu Ketua Tim Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Randotonda menjelaskan bahwa pada tahun pertama akan lebih difokuskan pada pendataan area lahan dan jumlah limbah ternak pertanian, pembuatan pupuk (pupuk organik, pupuk hijau, dan pupuk limbah ternak), pembangunan rumah kompos, serta pengadaan alat dan bahan antara lain pengadaan kacang tanah sebagai tanaman tumpang sari bersama ubi kayu Nuabosi, peralatan pertanian, bahan pembuatan pupuk, hingga mesin pencacah. Selain itu juga akan dilakukan penguatan kelembagaan kelompok mitra antara lain pelatihan kewirausahaan dan administrasi keuangan.

Apabila pelaksanaan pendampingan pada tahun pertama berhasil, maka selain melanjutkan penguatan kelembagaan kelompok mitra, perencanaan tahun kedua difokuskan pada pengolahan ubi kayu Nuabosi menjadi kripik singkong dan beberapa produk olahan lainnya. Sedangkan pada tahun ketiga akan lebih ditingkatkan pada pengemasan produk, pembuatan merek, promosi, dan pemasaran.

KOMODITAS UNGGULAN DAN AKSES JALAN

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dalam sambutannya mengatakan bahwa ubi kayu Nuabosi telah lama menjadi legenda oleh-oleh khas Kabupaten Ende. Akan tetapi hal tersebut belum sepenuhnya didukung dengan akses jalan menuju dataran Nuabosi. Selain itu ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Tim Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Randotonda dan berharap kemitraan tersebut bisa memberikan sedikit kontribusi untuk peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Randotonda dan Nuabosi secara umum.

DUKUNGAN CAMAT ENDE UNTUK PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA

Bekerja di tengah masyarakat dan bersama masyarakat merupakan kebanggaan tersendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Camat Ende dalam sambutannya sekaligus membuka dengan resmi kegiatan Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Randotonda yang merupakan wilayah kepemimpinannya. Kepada Uniflor khususnya Tim Program Pengembangan Desa Mitra ia menyampaikan terima kasih serta segala hal yang bersifat informasi dan bertujuan mensejahterahkan masyarakat Kecamatan Ende sangat didukung. Ia mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan pihak Uniflor mengingat warga Nuabosi secara umum merupakan warga terbuka dan sangat menerima pendatang maupun hal-hal positif yang memajukan daerah mereka. Program tersebut mungkin tidak langsung bisa dinikmati oleh masyarakat sekarang, tetapi tentu akan dapat dinikmati oleh generasi penerus. Terus tingkatkan kebiasaan gotong-royong dan jiwa membangun agar Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Randotonda dapat berjalan dengan baik.(2teh).

Komentar: 0 Cetak: Kategori: Berita, Berita Kampus
Bagikan:

PEDULI MASYARAKAT, PRODI AKUNTANSI MEMBAGI 500 MASKER KAIN

Pada Jum’at (18/4/2020) Prodi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas

MELALUI E-LEARNING DOSEN LEBIH BERTANGGUNGJAWAB, DISIPLIN, DAN KREATIF

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Flores (Uniflor) sejak semester sebelum

PERTAMA KALI DI UNIFLOR UJIAN PROPOSAL SKRIPSI ONLINE OLEH PRODI PENDIDIKAN FISIKA

Pada Jum’at (27/3/2020) dan Rabu (01/3/2020) sejumlah 16 (enam belas) maha


Tinggalkan Komentar


Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu
UNIVERSITAS FLORES
Jl.Samratulangi - Ende, Tel: (0381) 23874, 23873, 21536, Fax: (0381) 21536, email : universitasflores@uniflor.ac.id
Copyright © 2020

cms by Technophoria Indonesia