AZMARI, PENGUSAHA MUDA “FRAME CULTURE” DARI FAKULTAS HUKUM UNIFLOR

Ditulis pada Kamis, 02 Apr 2020 oleh:

Program Kewirausahaan Pemuda Berkelanjutan di Ende yang diselenggarakan oleh E.thical bekerjasama dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Flores (Uniflor), Rikolto Indonesia, dan Yayasan Komunitas Remaja Mandiri telah berakhir Oktober 2019. Sebelumnya, sekitar satu bulan kegiatan pelatihan berlangsung di aula dua fakultas tersebut di atas, dengan peserta berjumlah (24) dua puluh empat orang. 8 (delapan) peserta berasal dari Fakultas Teknologi Informasi Universitas Flores, 5 (lima) peserta berasal dari Fakultas Pertanian Uniflor, 1 peserta dari Fakultas Hukum Uniflor, sedangkan 10 (sepuluh) peserta lainnya merupakan anak muda kreatif dan berdaya juang tinggi yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Ende.

Marsianus Rani Mari (Azmari) asal Desa Ngalupolo yang mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Uniflor merupakan salah seorang peserta Program Kewirausahaan Pemuda Berkelanjutan di Ende. Ia mengaku telah banyak materi dasar yang diperoleh untuk menjadi wirausaha yang baik di mana usaha yang baik tidak hanya mementingkan profit tetapi juga mementingkan lingkungan dan kesejahteraan manusia. Sebelum menentukan untuk memilih jenis usaha, peserta diajarkan untuk membuat metode segi tiga peranan yaitu metode untuk mendirikan usaha dari hasil persimpangan antara hobby, keahlian/keterampilan serta masalah yang terjadi di daerah masing-masing. Selanjutnya, peserta harus mampu memberikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut sesuai dengan bakat dan keterampilan yang dimiliki.

Azmari mengakui bahwa hobby-nya adalah jalan-jalan dan/atau rekreasi, dan menyadari bahwa bakat dan keterampilannya adalah membuat frame (bingkai) unik dari hasil pengalaman mengikuti saudaranya mendekorasi interior dan eksterior pesta-pesta pernikahan. Sementara itu masalah yang ia temukan adalah kaum muda di Desa Ngalupolo setelah lulus SMA memilih bekerja sebagai ojek atau merantau karena sempitnya lapangan kerja di daerah, padahal Desa Ngalupolo hanya berjarak tempuh sekitar 30 (tiga puluh) menit ke Kota Ende menggunakan kendaraan bermotor, serta potensi pariwisata di desa tersebut belum dioptimalkan. Oleh karena itu, ia menawarkan solusi yaitu mendirikan usaha Frame Culture.

Strategi bisnis yang dibangun di tahun pertama adalah menawarkan Frame Tradition dan Frame Trend di tempat wisata. Pada tahun kedua mendirikan Stand Photobooth di satu titik daerah potensi wisata di Desa Ngalupolo. Tahun ketiga mendirikan Taman Budaya Lio di Desa Ngalupolo. Untuk mencapai tujuan itu, Azmari dan kawan-kawan kemudian mendirikan Ende Frame Culture Community; suatu wadah bagi kaum muda Ende untuk berkreativitas membuat bingkai foto untuk disewakan ke tempat wisata di Kabupaten Ende. Keuntungan yang akan diperoleh, sebagiannya disisipkan untuk membuat stand photobooth di satu titik di Desa Ngalupolo.

Frame Culture dengan dua jenis produk yaitu Frame Tradition dan Frame Trend dapat dimanfaatkan untuk berfoto oleh siapa pun yang menginginkan hasil foto unik dan instagenic. Menangkap peluang fenomena foto instagenic tersebut merupakan salah satu cara cerdik untuk menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda. Bagi kalian yang penasaran tentang Frame Culture, silahkan lihat foto-foto berikut.(2teh).

Komentar: 0 Cetak: Kategori: Berita, Kegiatan Mahasiswa
Bagikan:

PEDULI MASYARAKAT, PRODI AKUNTANSI MEMBAGI 500 MASKER KAIN

Pada Jum’at (18/4/2020) Prodi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas

MELALUI E-LEARNING DOSEN LEBIH BERTANGGUNGJAWAB, DISIPLIN, DAN KREATIF

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Flores (Uniflor) sejak semester sebelum

PERTAMA KALI DI UNIFLOR UJIAN PROPOSAL SKRIPSI ONLINE OLEH PRODI PENDIDIKAN FISIKA

Pada Jum’at (27/3/2020) dan Rabu (01/3/2020) sejumlah 16 (enam belas) maha


Tinggalkan Komentar


Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu
UNIVERSITAS FLORES
Jl.Samratulangi - Ende, Tel: (0381) 23874, 23873, 21536, Fax: (0381) 21536, email : universitasflores@uniflor.ac.id
Copyright © 2020

cms by Technophoria Indonesia