SECANGKIR KOPI BERSAMA PENGGIAT MUSIK TRADISI

Ditulis pada Selasa, 02 Nov 2021 oleh:

Pada Minggu (31/10/2021), berlangsung kegiatan Secangkir Kopi dengan tagline Obrolan Santai Tentang Musik Tradisi Memburu Bunyi Dalam Musik Tradisi Daerah Adalah Suatu Cara Menghargai dan Melestarikannya. Kegiatan dimulai pukul 16.30 Wita tersebut berlangsung secara hybrid; luring bertempat di Anjungan Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor), sedangkan daring melalui kanal Youtube: Official Universitas Flores, dan akun Instagram: @saya_uniflor.

 

Disponsori oleh Wings, hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ende, Drs. H. Djafar H. Achmad, MM., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) Dr. Laurentius D. Gadi Djou, Akt., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Uniflor Dr. Ernesta Leha, S.E., M.Agb., Kaprodi Pendidikan Sejarah Josef Kusi, S.Pd, M.Pd., Kepala Pengelola Bengkel Sejara Prodi Sejarah Damianus Rikardo Sumbi Wasa, S.Pd., M.Pd., Ivan Nestorman, Nona Mogi, Nyong Franco, Hendrikus Hengky Fernandez, Moses Wara, sejumlah mahasiswa dari Prodi Pendidikan Sejarah dan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

 

Mewakili Rektor Uniflor Dr. Simon Sira Padji, M.A., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Uniflor dalam sambutannya mengatakan bahwa bicara tentang budaya dan seni, Pulau Flores dan Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah gudangnya budaya dan kesenian terutama kesenian tradisional sebagaimana semua wilayah di Indonesia yang adalah pusat budaya dan seni. Ada dua kata yang harus digarisbawahi dari musik tradisi yaitu diwariskan dan turun-temurun. Artinya musik tradisi harus diteruskan, jika tidak diteruskan maka akan musnah atau hilang diklaim pihak lain. Upaya-upaya untuk meneruskan musik tradisi dapat dilakukan dengan kegiatan diskusi yang dilakukan oleh Uniflor, talkshow, festival, roadshow dan serangkaian kegiatan lainnya.

 

Berkaitan dengan festival, menurut Gilang Ramadhan untuk meneruskan musik tradisi festival yang digelar cukup festival kecil tapi efektif. Bersama Ivan Nestorman dan teman-teman lainnya, Gilang membentuk The Komodo Project, yang memperkenalkan segala aspek-aspek budaya yang ada. Saat ini musik tradisi sedang berjuang agar masuk ke dunia moderen manajemen dengan cara membentuk Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang sudah ada di ranah musik pop.

 

Lembaga Managemen Kolektif (LMK) merupakan solusi dari UndangUndang Hak Cipta 2014 terhadap pencipta yang mengalami kendala dalam pengurusan/pengelolaan hak ekonomi yang diterima pencipta dari komersialisasi ciptaannya. LMK membentuk sebuah lembaga Koordinator Pelaksanaan Penarikan dan Pendistribusian Royalti yaitu KP3R bertugas menarik, menghimpun dan memberikan royalti kepada yang mempunyai hak.

 

Kegiatan diisi juga dengan pengenalan alat musik tradisi oleh Nyong Franco dan musisi lainnya.(2teh).

Komentar: 0 Cetak: Kategori: Berita, Berita Kampus
Bagikan:

KEMENKOMINFO DAN FTI UNIFLOR GELAR WORKSHOP LITERASI DIGITAL

Pada Rabu (28/9/22) berlangsung Workshop Literasi Digital di Kabupaten Ende. Keg

YUDISIUM 9 SARJANA SASTRA

Pada Selasa (16/11/2021) berlangsung kegiatan Yudisium Sarjana pada Fakultas Bah

DOSEN UNIFLOR RAIH HIBAH PROGRAM RISET KEILMUAN TAHUN 2021

Ilyas, S.Pd., M.Pd., dosen pada Prodi Pendidikan Fisika pada Fakultas Keguruan d


Tinggalkan Komentar


Satukan Langkah Bulatkan Tekad Menuju Uniflor Bermutu
UNIVERSITAS FLORES
Jl.Samratulangi - Ende, Tel: (0381) 23874, 23873, 21536, Fax: (0381) 21536, email : universitasflores@uniflor.ac.id
Copyright © 2022

cms by Technophoria Indonesia
    Subscribe to site updates!